kumparan
14 Sep 2019 14:28 WIB

Ahmad Doli: Tak Perlu Debat soal Waktu Munas, Kita Move On

Ahmad Doli Kurnia Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Polemik di tubuh Partai Golkar belum juga menemui jalan keluar. Ketua DPD Golkar Sumatera Utara Ahmad Doli Kurnia menilai, partai Golkar harusnya sudah fokus menyusun program menang pemilu 2024 dibanding berdebat soal waktu Munas.
ADVERTISEMENT
“Saya tak inginkan debat yang teknis seperti percepatan Munas diganti. Harusnya yang kita bicarakan adalah bagaimana kita konsolidasi sisa program supaya di (pemilu) 2024 Golkar menang pemilu. Kalau kita solid, kita bahkan bisa punya Capres sendiri,” ucap Doli, saat diskusi Polemik , di D’Consulate Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/9).
Doli menilai, persoalan Munas seharusnya mengikuti AD/ART yang ada, yakni diselenggarakan pada bulan Desember seperti Munas-Munas sebelumnya. Dengan begitu, tarik ulur waktu Munas tak perlu lagi muncul.
“Kita move on, Munas itu diisi gagasan besar, Golkar mau sumbangsih apa? Konsep ekonomi apa?” katanya.
Diskusi Polemik Sindo Trijaya di D’Consulate Lounge, Menteng. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
Doli menilai, pendekatan AD/ART dalam penyelesaian konflik Munas bisa jadi solusi. Bila internal partai kuat, tak mungkin pihak luar ikut campur.
ADVERTISEMENT
“Justru yang paling bahaya itu masalah muncul dari dalam. Ini bisa mengundang faktor eksternal untuk ikut. Bagi saya, pimpinan dan kader kalau masih cinta, mari selesaikan dengan cara tata tertib AD/ART, dan dengan sepeti itu faktor eksternal tak bisa masuk,” pungkas Doli.
Saat ini, ada dua elite Golkar yang berniat maju sebagai calon Ketum Partai Golkar, yakni Ketum petahana Airlangga Hartarto dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Keduanya punya pandangan berbeda soal waktu penyelenggaraan Munas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan