kumparan
14 Sep 2019 11:00 WIB

Alasan Perempuan Jarang Dilihat sebagai Pemimpin

Ilustrasi perempuan di tempat kerja. Foto: Shutterstock
Betapapun besarnya usaha perempuan untuk membuktikan ia mampu memimpin di kantor, kayaknya stereotip gender masih jadi penghalang. Sebuah studi juga menemukan bahwa ketimpangan gender masih eksis di tempat kerja.
ADVERTISEMENT
Studi yang dilakukan oleh University of Buffalo School of Management ini menganalisis 136 kasus yang melibatkan 19 ribu responden, dalam 59 tahun terakhir.
Peneliti menyimpulkan bahwa ketimpangan gender memang semakin berkurang di beberapa dekade terakhir, tapi bukan berarti benar-benar menghilang.
"Alasan utama di balik langgengnya ketimpangan gender karena tekanan sosial yang menyebabkan perbedaan karakteristik antara perempuan dan laki-laki," jelas peneliti, dilansir Times of India.
Peneliti menekankan bagaimana laki-laki cenderung tegas dan dominan, sementara perempuan dihubungkan dengan mengasihi dan mengasuh.
Sikap laki-laki yang lebih vokal dan sering mengutarakan pendapatnya dalam rapat kerja, dianggap memiliki kriteria sebagai pemimpin. Sedangkan sifat feminin perempuan, membuat mereka enggak terlalu dipandang sebagai pemimpin.
Anggapan inilah yang menghambat perempuan dalam kariernya. Padahal mereka juga memiliki potensi yang sama untuk menjadi pemimpin.
ADVERTISEMENT
"Karena adanya bias ini, perusahaan bisa salah memilih orang sebagai pemimpin. Mungkin aja memilih seseorang yang vokal dan penuh kepercayaan diri, tapi sebenarnya enggak punya kemampuan untuk menjadi atasan," imbuh mereka.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·