kumparan
29 Mei 2019 20:40 WIB

Alumnia Ajak Publik Urunan Dana untuk Riset Universitas

Ilustrasi investasi Foto: Stevepb via Pixabay
Di era teknologi, rasanya setiap sendi kehidupan kita dimudahkan dengan adanya berbagai inovasi digital. Kemudahan ini juga yang membuat banyak perusahaan startup berbasis digital marak tumbuh salah satunya pada bidang Fintech atau jasa keuangan.
ADVERTISEMENT
Beberapa contoh bisnis yang tergabung di dalam Fintech juga beragam, mulai dari pembayaran, perencanaan keuangan, peminjaman uang, hingga investasi. Namun, ada yang berbeda dari perusahaan Fintech bernama Alumnia.
Selain menjadi marketplace investasi di dunia Fintech, Alumnia juga menjadi yang pertama memberikan layanan crowd-donation dan mengajak publik berpartisipasi untuk pendanaan riset universitas.
Alumnia hadir dengan terobosan inovasi melalui platform digital yang mempertemukan investor dan investee. Didirikan bersama 7 orang dari berbagai alumni perguruan tinggi ternama seperti IPB, ITB, UGM, UI dan UNIBRAW, Alumnia menjadi perusahaan Fintech pertama dengan basis teknologi blockchain untuk equity crowdfunding.
Saat soft launching kemarin (28/5) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Alumnia sekaligus membuka kesempatan investasi bagi para filantropis dan investor sosial pendanaan untuk riset pembuatan vaksin tifus di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
ADVERTISEMENT
Riset mengenai vaksin tifus di UNJ merupakan kelanjutan yang sebelumnya dilakukan oleh ITB. Vaksin akan dikembangkan dari ekstraksi protein bakteri Salmonella.
Nantinya, vaksin tifus ini akan menghasilkan antibodi ketika disuntikkan ke tubuh manusia. Ini akan relatif lebih aman dan mendorong industri lokal, karena bahan pembuatannya enggak memerlukan produk impor.
CEO Alumnia, Agus Wicaksono, bersama para pendiri Alumnia. Foto: Dok. Alumnia
Ke depannya, ada sekitar 10 proyek portfolio lain yang sedang dalam evaluasi Alumnia untuk pendanaan. Mulai dari industri jamur tiram yang ter-integrasi, agro-wisata, briket dari olahan kotoran sapi, sampai dengan usaha pembuatan ice cream dari 100 persen susu sapi dan perjalanan umrah.
Sedangkan pendanaan riset berikutnya adalah Tropical Renewable Energy Center dari Universitas Indonesia, yang membangun semacam model eco-tech energy house ramah lingkungan dengan swasembada energi.
ADVERTISEMENT
“Dengan kolaborasi berbagai pihak, Alumnia hadir untuk ikut berkontribusi pada terwujudnya kemandirian ekonomi dan pada gilirannya menghasilkan inclusive prosperity,” ujar Agus Wicaksono, selaku CEO Alumnia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan