kumparan
7 Jul 2017 20:21 WIB

Anak Terlindas Mobil di Bandara Sampit, Keluarga Sepakat Damai

Bandara H Asan Sampit (Foto: Instagram @kemenhub151)
Seorang anak berusia 5 tahun terlindas di bawah mobil yang sedang melintas di kawasan dalam Bandara Haji Asan, Sampit. Video CCTV kasus ini viral di media sosial. Kasus ini ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
"Pelaku dan keluarga korban sudah sepakat berdamai, namun penyidikan tetap berjalan sesuai prosedur sampai tuntas," kata Kapolres Kotim AKBP Muchtar Supiandi Siregar melalui Kasat Lantas AKP Boni Ariefianto di Sampit, Jumat (7/7), seperti dilansir Antara.
Mobil Toyota Hilux itu sudah diamankan, tapi polisi belum menetapkan pengemudinya sebagai tersangka karena masih meminta keterangan saksi-saksi.
Kecelakaan terjadi pada Selasa (4/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu mobil yang dikemudikan warga bernama Dedy Susanto yang hendak menuju parkir usai menurunkan orang di depan pintu keberangkatan, menabrak YA (5) yang sedang bermain di depan mobil.
Tubuh kecil korban tidak terlihat karena mobil dobel kabin tersebut memang cukup tinggi sehingga kecelakaan itu terjadi. Namun Boni menyatakan kecepatan mobil saat itu sangat rendah karena baru mulai dijalankan, lalu sopir menghentikan mobil setelah mendengar banyak warga berteriak melihat ada anak yang tertabrak.
ADVERTISEMENT

Kami menangani ini secara profesional dan sesuai prosedur karena memang kecelakaan. Tapi karena rekaman CCTV-nya beredar, makanya heboh. Kondisi anaknya makin membaik dan sudah bisa main gadget. Kalau pihak keluarga ingin merujuk ke rumah sakit lain, itu mungkin untuk memastikan kondisinya.

- Polres Kotim

Setelah kejadian, Satuan Lalu Lintas langsung menangani kasus tersebut dengan meminta keterangan Dedy dan keluarga korban. Boni membantah korban meninggal dunia. Korban mengalami luka memar di pinggang dan kini kondisinya terus membaik.
Menurutnya, kejadian ini murni kecelakaan. Masalah ini menjadi sorotan masyarakat luas lantaran ada rekaman CCTV atau kamera tersembunyi pihak bandara terkait detik-detik kejadian itu, beredar di masyarakat sehingga menimbulkan banyak tanggapan dan informasi yang berlebihan tidak sesuai kejadian.
ADVERTISEMENT
Jumat siang, pihak keluarga dan pelaku kembali bertemu untuk membuat pernyataan kesepakatan damai. Boni menilai masalah ini akibat pengemudi lalai, sedangkan pihak keluarga juga lengah saat anak mereka bermain di area yang sering menjadi perlintasan mobil saat menurunkan penumpang di pintu keberangkatan.
"Kami menangani ini secara profesional dan sesuai prosedur karena memang kecelakaan. Tapi karena rekaman CCTV-nya beredar, makanya heboh. Kondisi anaknya makin membaik dan sudah bisa main gadget. Kalau pihak keluarga ingin merujuk ke rumah sakit lain, itu mungkin untuk memastikan kondisinya," kata Boni.
Kasus ini masih diproses sesuai ketentuan. Penyidik juga akan meminta keterangan pihak Bandara Haji Asan Sampit dan rekaman kamera tersembunyi terkait kecelakaan tersebut sebagai bahan penyelidikan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan