Pencarian populer

Bekraf Gandeng 88rising Buka Kesempatan Musisi Lokal Go International

Penandatanganan MoU Bekraf dan 88rising. Foto: Hesti Widianingtyas/kumparan

Musik menjadi salah satu sektor yang diperhatikan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) untuk memasuki pasar global. Karena itu, Bekraf bekerja sama dengan 88rising dalam program Indonesia Creative Incorporated (ICINC).

“Kerja sama ini sebagai upaya memperbesar kesempatan musisi Indonesia untuk menjangkau pasar global, seperti Amerika Serikat (AS). Tidak mudah menembus pasar dunia apalagi AS makanya kita perlu partnership dengan pihak yang kompeten,” terang Kepala Bekraf, Triawan Munaf, dalam konferensi pers ICINC di Plaza Senayan, Rabu (24/4).

Amerika Serikat sendiri menduduki peringkat pertama negara tujuan ekspor untuk produk ekonomi kreatif Indonesia di 2016 dengan persentase 30,24 persen.

Senada dengan Triawan, CEO 88rising, Sean Miyashiro, menilai pihaknya punya kesamaan misi dengan Bekraf. Ia mengatakan melalui program ICINC ini bisa mendorong dan mengasah kemampuan musisi berbakat.

“Agar mereka terus berkembang di lingkungan yang tepat dengan platform dan sumber daya yang tepat pula,” kata dia.

Sean menjelaskan bahwa 88rising didirikan untuk merayakan budaya anak muda Asia dan membawa talenta Asia ke panggung global. Beberapa tahun belakangan ini musisi Indonesia yang merupakan jebolan 88rising juga semakin menarik perhatian dunia, seperti Rich Brian dan Niki Zefanya.

Loading Instagram...

“Kami sangat bangga atas Rich Brian yang sukses mempresentasikan talenta muda Indonesia ke dunia. Dia masih muda tapi sangat berbakat,” ujar Sean.

Loading Instagram...

Andi Sadha selaku Ketua Komite Indonesia Rising mengatakan, program ICINC ini benar-benar mencari orang-orang berbakat untuk membawa nama Indonesia di pasar global.

“Makanya salah satu syarat pentingnya, dia siap enggak untuk meninggalkan kehidupan di sini dan tinggal di LA? Harus lulus perizinan visa juga karena sayang sekali nanti talenta berbakat tapi enggak bisa ke sana. Istilahnya mereka akan ngamen as global artist-lah,” terang Andi di kesempatan yang sama.

Selain itu, untuk bisa mengikuti ICINC, kamu perlu berusia minimal 17 tahun. Program ini juga hanya diperuntukkan bagi solois, tapi enggak terbatas cuma dari satu genre musik.

Derek HSU selaku CFO 88rising menambahkan, yang paling penting untuk bisa mengikuti ICINC adalah mau berusaha, dan berbakat di musik.

Konferensi pers kerja sama Bekraf dan 88rising. Foto: Hesti Widianingtyas/kumparan

“Selama mereka berbakat, punya etos kerja yang baik, dan punya sikap yang baik juga. Enggak masalah kalau sudah terkenal di Indonesia, karena ini untuk memulai awalan baru di skala internasional,” jelas Derek.

Bekraf dan 88rising membuka open call untuk ICINC dari 24 April sampai 31 Mei 2019. Untuk kamu yang tertarik, bisa langsung kirimkan portfolio disertai video kamu menyanyikan lagu sendiri atau lagu orang lain.

Dari seluruh pendaftar ICINC, nantinya akan disaring menjadi 5 finalis. Kelima orang tersebut akan terbang ke Los Angeles, untuk menjalani program pelatihan selama 1 sampai 2 bulan, dan menandatangani kontrak dengan 88rising untuk menciptakan debut single.

Musisi terpilih juga akan tampil di festival ‘Head in the Cloud’ pada 17 Agustus 2019 di Los Angeles.

Informasi lebih lanjut bisa langsung kamu cek di laman www.icinc.id.

Good luck!

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23