kumparan
28 Agu 2019 17:15 WIB

Belajar dari Akun Bude Sumiyati, Konten Galau Pembawa Rezeki

Bude Sumiyati. Foto: Instagram/ @budesumiyati
“Dicintaimu hanya sebatas cita-cita,” tulis akun Twitter @budesumiyati, 11 Agustus 2019 lalu. Kalimat sederhana, tapi mengena di hati banyak warganet.
ADVERTISEMENT
Buktinya, unggahan itu mendapat 7.400 likes dan di-retweets hingga 3.600 kali. Bahkan, sejumlah netizen malah ikut-ikutan galau akibat kicauan itu. Ada yang curhat, ada pula yang mencoba memodifikasi kata-kata Bude Sumiyati.
“Jalan denganmu hanya khayalan yang semakin memudar,” tulis salah satu akun. “Berharap lebih padamu adalah hobiku.” balas akun lain.
Konten galau memang jadi andalan @budesumiyati. Bisa dibilang, sejak mulai berkicau di Twitter, November 2015 silam, rata-rata unggahannya adalah kalimat-kalimat galau. Walaupun ternyata, ada ketakutan tersendiri bagi si pembuat akun.
Ilustrasi main Twitter. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Salah satunya, takut menerima komentar buruk dan hujatan dari warganet. Makanya, si pembuat akun memilih nama Bude Sumiyati sebagai samaran.
“Saya tidak siap dihujat kalau galau-galau. Akhirnya, ya sudah dibikin (akun Bude Sumiyati). Tapi memang senang menulis,” ucap pria yang merahasiakan nama aslinya itu kepada kumparan, Minggu (25/8).
ADVERTISEMENT
Dia menjelaskan, nama yang dipilih memang fiktif. Meski begitu, pemilihannya tidak sembarangan. Penggunaan nama ‘bude’ dia percaya akrab di telinga dan gampang diingat.
Tak puas hanya aktif di Twitter, sang admin pun mulai merambah ke Instagram. Karena butuh visual, dia lalu mencomot foto dari akun Facebook milik wanita asal Lembang, Jawa Barat bernama Neti Herawati. Waktu itu, tanpa meminta izin.
“Terus pas beberapa saat setelah viral, saya menghubungi Ibu Neti untuk izin memakai fotonya,” kenang pria yang bekerja di bagian keuangan di sebuah perusahaan swasta itu.
Setelah keduanya bertemu di sebuah acara televisi, netizen pun akhirnya mengetahui Bude Sumiyati hanya menggunakan foto Neti Herawati. Sosok Bude tersebut tidak ada, namun hanya sebuah nama.
ADVERTISEMENT

Produksi Konten

Hubungan kerja sama dengan Neti semakin intens pasca pertemuan keduanya di sebuah acara televisi. Mereka lalu mencoba berkolaborasi dalam produksi konten. Jenisnya masih sama, yakni mengangkat romansa cinta dan kegalauan.
“Kalau memang kontennya tanpa embel-embel Bude, biasanya hanya pakai tulisan. Kalau ada, baru pakai foto Bude,” ujarnya.
Lebih lanjut, admin @budesumiyati menyebutkan, tidak ada perbedaan yang mencolok antara karakter Bude Sumiyati dan Neti. Dalam hal ini, keduanya sama-sama ‘galauan’.
Bude Sumiyati. Foto: Instagram/ @budesumiyati
“Emang cocok image-nya. Meski penampilannya Neti terlihat jutek,” tambahnya.
Dalam setiap unggahan yang membutuhkan foto Neti, si admin juga tidak meminta foto khusus. Admin hanya melihat foto-foto di akun Neti, lalu dipilih yang sesuai dengan caption yang akan diunggah. Kecuali, untuk konten yang sifatnya berbayar.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Berbicara seputar ide, kebanyakan berasal dari interaksi netizen di media sosial. Terkadang, ada juga follower-nya yang curhat melalui DM (Direct Messenger). Curhatan itu, kemudian digubah menjadi konten.
“Awalnya memang kontennya biasa (bebas), tapi soal galau ini laku. Ya sudah jadi galau,” bebernya.
Untuk jumlah konten per hari, tidak menentu. Jika banyak waktu luang, bisa dua postingan sehari. Tapi, jika sedang sibuk, bisa saja tak ada unggahan dalam sepekan.
Lalu, bagaimana dengan penghasilan dari unggahan-unggahan galau ini. Sang admin mengaku, bayaran yang diterima dari klien berbeda-beda berdasarkan jenis konten dan platform tempat mengunggahnya.
Loading Instagram...
Misalnya, unggahan satu foto di Instagram bertarif Rp 4 juta dan video seharga Rp 6 juta. Sementara untuk story atau teks, baik di Instagram maupun Twitter bertarif Rp 2 juta per posting.
ADVERTISEMENT
Soal pembagian pendapatan dengan Neti, hanya untuk konten-konten yang disertai foto dan video yang melibatkan Neti.
“Jadi, saya bagian caption, Ibu Neni mengurus konten video atau foto sesuai brief dari klien,” uangkapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan