Pencarian populer

Berkenalan dengan Edi Warsono, Motivator Napi Hukuman Mati

Ilustrasi penjara (Foto: Pixabay)

Melihat aksi motivator berbicara di depan umum dan memberikan nasihat kepada orang lain soal karier, kehidupan, sampai asmara mungkin terlihat mudah. Namun bagaimana jadinya bila yang diberi nasihat adalah seorang narapidana (napi) kelas kakap?

Edi Warsono bisa menjawabnya. Edi yang bekerja di Lapas Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sejak 1983 itu sudah menangani berbagai macam napi mulai dari pembunuh, gembong narkoba hingga teroris.

Pria kelahiran 10 Mei 1962 tersebut mengatakan pekerjaannya berbeda dengan motivator yang sering wara-wiri di televisi.

"Di sini kami menghadapi orang-orang yang bermasalah. Ibaratnya, di luar itu orangnya masih putih atau abu-abu. Tapi kalau di lapas, orangnya sudah hitam semua," jelas Edi kepada kumparan, Jumat (10/8).

Edi Warsono motivator napi di lapas nusakambangan (Foto: dok. Edi Warsono)

Sebagai seorang motivator, tugas Edi tentu enggak gampang. Sebisa mungkin dia harus menyuntikkan berbagai kalimat penuh motivasi agar para napi ini tidak menyerah dengan segala kesulitan yang dihadapinya. Untuk itu, dia menggunakan pendekatan dari hati ke hati.

"Ketika memberi nasihat ke napi, harus ada sentuhan ikhlas. Kalau enggak ikhlas itu pasti terlihat, nanti pesannya enggak sampai ke napi. Yang kami jumpai enggak main-main, mereka adalah warga binaan. Kamu harus connect dulu dengan Tuhan," ujarnya.

Namun, hal itu enggak cukup karena motivator napi harus membangun kedekatan dengan para penghuni penjara. Edi sendiri hadir di tengah napi sebagai sahabat, guru, sampai seorang ayah, agar program pembinaan dapat diterima.

Salah satu cara yang dilakukan ayah tiga anak ini disebut metode parfum. Ia menyemprotkan pewangi di tangannya supaya ketika bersalaman, napi mengingat aromanya. Lama-kelamaan, napi tak sungkan untuk merangkul, hingga Edi juga menyemprotkan parfum di badannya.

Edi Warsono memberikan pembinaan untuk napi lapas (Foto: dok. Edi Warsono)

Akrabnya Edi dengan para napi, membuatnya menjadi sosok yang dipercaya. Edi bahkan sering dititipkan surat wasiat dari para napi terpidana mati.

Surat itu ada yang berisi permintaan agar Edi mendampingi saat eksekusi mati, sampai yang memintanya secara langsung mengantarkan jasad napi kembali ke rumah.

Meski telah menjalin hubungan baik, seorang motivator perlu menjaga tingkah lakunya karena dijadikan contoh bagi napi. "Kalau kita bilang ke napi enggak boleh mencuri tapi petugas malah mencuri, ya, napi akan bertanya 'kok bapak melakukan hal yang berbeda dengan yang disampaikan?'. Jadi penting gimana akhlak motivator," terang Edi.

Selama lebih dari 30 tahun menjadi motivator napi, Edi telah melahirkan sebuah buku berjudul 'Kusentuh Nuranimu dengan Profesiku'. Dalam buku itu, Edi bercerita soal keadaan psikis para napi, proses sebelum terjadinya eksekusi mati, hingga Nusakambangan yang dijuluki 'Pulau Penjara'.

Buku karya Edi Warsono (Foto: dok. Edi Warsono)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60