Pencarian populer

Bijakkah Meminjam Uang untuk Kondisi Darurat?

com-Pentingnya atur keuangan untuk kondisi darurat. Foto: Shutterstock

Sebagai milenial, kamu harus mulai pintar mengelola keuangan — apalagi jika kamu sudah memiliki penghasilan sendiri. Dengan menata keuangan secara teratur, kamu bisa menjaga kondisi finansialmu tetap stabil.

Namun, terkadang, kondisi keuangan tidak selalu mulus dan lancar-lancar saja. Kerap kali kita dihadapkan dengan kondisi kritis yang membuat pengelolaan keuangan jadi sulit. Kondisi kritis yang dimaksud, contohnya, adalah ketika kamu tiba-tiba sakit parah atau barang berharga seperti motor atau laptopmu rusak sehingga kamu harus segera membeli penggantinya.

Jika ada kondisi darurat seperti itu, maka kamu harus sigap mengambil keputusan cepat yang tepat — terlebih jika ternyata tabungan atau asuransi tidak bisa menutupi biaya yang harus dikeluarkan.

com-Ilustrasi kondisi keuangan darurat. Foto: Shutterstock

Salah satu pilihan yang bisa kamu ambil adalah berutang. Walau utang sering dihindari oleh sebagian orang, sebenarnya utang bisa menyelamatkanmu dalam kondisi kritis.

Utang adalah produk keuangan yang wajar terjadi. Utang dapat membantu cash flow tetap lancar dan kebutuhan mendesak terpenuhi. Bukan hanya di tingkat individu, berbagai perusahaan besar bahkan negara juga pernah berutang untuk mencapai tujuan masing-masing. Jadi, tidak ada yang salah dengan berutang untuk membuat kondisi finansialmu tetap lancar, terutama jika kamu sedang berada di dalam kondisi darurat.

Apalagi, kini generasi milenial semakin dimudahkan berkat kemajuan teknologi finansial. Hanya dengan sentuhan jari di smartphone, kamu sudah bisa meminjam uang melalui fintech lending dalam waktu yang singkat.

Ingin Berutang? Perhatikan Hal-hal Berikut

Bagi kamu yang belum terbiasa dengan utang atau baru pertama kali berutang melalui fintech, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa hal agar utang yang kamu ambil benar-benar bermanfaat untuk mengatasi keadaan darurat, bukan sebaliknya.

com-Berutang bisa jadi pilihan tepat untuk keluar dari kondisi darurat. Foto: Shutterstock

Pertama, cek rekam jejak dari fintech tempat kamu ingin meminjam uang. Fintech yang terpercaya biasanya telah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan AFTECH (Asosiasi Fintech Indonesia).

Selain itu, kamu juga bisa bertanya kepada teman atau keluarga yang sudah menggunakan fintech lending mengenai fintech yang direkomendasikan. Pilihan lainnya adalah melihat review di media sosial mengenai reputasi dan kualitas fintech.

Perhatikan juga syarat dan ketentuan pinjam-meminjam dengan teliti, supaya kamu mendapatkan informasi yang jelas mengenai bunga pinjaman dan hal-hal lainnya. Baca juga syarat dan ketentuan di aplikasi, terutama bagaimana aplikasi tersebut akan mengakses data kamu. Pasalnya, ada beberapa fintech ‘nakal’ yang menggunakan data pribadi pengguna dari aplikasi dengan tidak semestinya.

Hal penting lainnya yang perlu kamu pertimbangkan adalah seberapa darurat kondisimu dan seberapa banyak uang yang akan kamu pinjam. Hindari meminjam uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu atau dengan nominal yang jauh melebihi kebutuhan sebenarnya.

Meminjam uang pada saat keadaan darurat bisa menjadi keputusan yang bijak. #PilihPakeYakin sumber pinjaman terpercaya yang benar-benar akan membantu kondisi keuanganmu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63