Pencarian populer

Bono U2: Musik Zaman Sekarang Terlalu ‘Girly’

Bono 'U2' (Foto: Wikimedia Commons)
Pentolan salah satu band legendaris asal Irlandia, U2, Bono Vox, mengatakan bila band-band baru yang ia ketahui melalui anaknya telah berubah menjadi begitu “girly”.
ADVERTISEMENT
Dilansir Altpress yang mengutip dari Rolling Stone pada Rabu (27/12) lalu, Bono mengungkapkan bahwa menurutnya, saat ini, musik hip-hop menjadi satu-satunya tempat bagi para pemuda untuk mengungkapkan kemarahannya.
“Saya kira musik telah menjadi begitu ‘girly’. Ada beberapa hal baik tentang itu, namun hip-hop menjadi satu-satunya tempat bagi amarah para pemuda pada saat ini – dan itu enggak baik. Ketika saya berusia 16 tahun, saya memiliki banyak amarah di dalam diri. Kamu harus menemukan tempat untuk itu dan untuk gitar, (dan) meskipun itu sebuah mesin drum – saya enggak peduli,” ungkap dia.
Melanjutkan perkataannya, bentuk kemarahan yang ia maksudkan tersebut pada akhirnya mampu membuat beberapa band seperti the Who, serta Pearl Jam menjadi band rock & roll yang hebat.
ADVERTISEMENT
“Saat sesuatu itu diawetkan, itu telah berakhir. Kamu bisa saja menaruhnya dalam formaldehida. Pada akhirnya, apa itu rock & roll? Kemarahan ada di tengah-tengahnya. Beberapa (musisi) rock & roll yang hebat cenderung memilikinya, itu mengapa the Who adalah salah satu band yang hebat. Atau Pearl Jam. Eddie (Vedder) memiliki kemarahan itu,” tambahnya.
Penyanyi berusia 57 tahun itu juga mengatakan bahwa seluruh personel U2 selalu mendengarkan musik. Namun, anak – anaknya merupakan salah satu cara baginya untuk mengetahui artis-artis baru.
“Jordan merupakan seorang snob musik, (juga) snob indie. Eve (pada) hip-hop. Elijah tergabung dalam sebuah band, dan dia mempunyai perasaan yang kuat terhadap musik, tapi enggak membuat perbedaan apapun antara, misalnya, the Who dan the Killers. Atau, Nirvana dan Royal Blood. Hal ini bukan sesuatu yang bersifat kegenerasian baginya. Namun suara dan apa yang dia alami. Dia (Elijah) percaya bahwa revolusi rock & roll itu dekat,”
ADVERTISEMENT
Selain itu, Bono juga sempat berbicara tentang layanan musik streaming yang saat ini sedang ramai diperbincangkan. Menurut Bono, cara kerja layanan yang didominasi oleh frekuensi pemutaran tersebut, enggak bisa digunakan untuk mengukur bobot seorang artis.
“Sekarang ini, streaming berada pada model (bisnis) berbasis iklan. Dan itu masih sangat, sangat baru, dan sangat, sangat pop. Hal ini didominasi oleh frekuensi pemutaran, tapi itu bukanlah sebuah ukuran untuk bobot seorang artis,” kata Bono.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86