kumparan
23 Des 2018 12:59 WIB

Bukan Gaji, Ini 2 Faktor yang Membuat Pekerja Bahagia

Ilustrasi ibu bekerja tetap bahagia (Foto: Shutterstock)
Setiap perusahaan pasti menginginkan para pekerjanya bahagia dan puas dengan pekerjaannya. Jika para pekerja enggak bahagia, mereka enggak bisa mengerahkan 100 persen upayanya, serta mood dan suasana kerja juga jadi enggak menyenangkan.
ADVERTISEMENT
Nah, menurut survei yang dilakukan oleh Gallup Poll, sebuah perusahaan manajemen konsultan, 70 persen pekerja mengaku mereka enggak potensial dan menurun produktivitasnya dalam bekerja. Sebabnya, mereka merasa enggak bahagia dan kehilangan minat terhadap pekerjaannya. Beberapa di antaranya karena faktor internal perusahaan, lingkungan kerja, hingga masalah dengan customer atau klien.
Jika orang-orang berpikir bahwa gaji yang besar dapat membahagiakan pekerja, well, enggak salah-salah banget, sih. Tapi itu hanya berlaku sementara dan enggak berpengaruh terhadap performance kerja.
Dari survei yang dilakukan Gallup, para pekerja akan merasa bahagia dan puas ketika memiliki otoritas dalam bekerja. Artinya, mereka bebas menentukan apa yang harus mereka lakukan setiap harinya.
Pekerja yang punya otoritas dalam bekerja punya kebebasan dalam memutuskan sesuatu tanpa harus direpotkan menunggu approval atau persetujuan dari atasan. Hal ini mendorong para pekerja untuk lebih banyak berkontribusi dalam hal ide, penggarapan proyek kerja, dan tugas.
ADVERTISEMENT
Selain otoritas dalam bekerja, fleksibilitas juga menjadi faktor yang dapat membuat pekerja bahagia. Termasuk fleksibilitas dalam menentukan jadwal kerja, jam kerja, dan kebebasan untuk bekerja dari manapun.
Kesimpulan dari survei ini menunjukkan bahwa kebebasan dalam mengurus pekerjaan sendiri dan dilimpahkan kepercayaan untuk mengambil keputusan tanpa intervensi atasan atau senior lain, mampu membuat para pekerja merasa bahagia dan puas dengan pekerjaannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan