kumparan
11 Des 2017 12:58 WIB

Di Balik Kampanye #RadioGueMati

Penampakan Radio Jadul (Foto: pixabay.com)
Senin pagi (11/12), berbagai media sosial, terutama Twitter, diramaikan dengan tagar #RadioGueMati dan #RadioGueGakMati. Hal ini muncul seiring dengan dihentikannya seluruh siaran radio yang berada di wilayah DKI jakarta pada pukul 07.45 WIB selama beberapa menit.
ADVERTISEMENT
Kejadian yang sampai mengundang reaksi dari Presiden RI Joko Widodo tersebut, merupakan sebuah aksi kampanye yang diprakarsai oleh Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) bersama 37 stasiun radio yang tergabung sebagai anggotanya dalam acara bertajuk “Radio Day” yang diadakan pada 11 Desember 2017.
Dalam siaran pers yang diterima kumparan (kumparan.com) disebutkan, acara ini diadakan untuk kembali memperkenalkan radio sebagai media komunikasi utama yang fleksibel dan merangkul semua segmen usia lintas generasi serta dekat di hati pendengarnya.
Untuk mengetahui latar belakang diadakannya kampanye ini secara lebih lanjut, kumparan menghubungi langsung Praditya Sutrisno, Direktur Eksekutif PRSSNI DKI Jakarta.
Kepada kumparan Praditya menjelaskan, inti dari latar belakang kampanye tersebut adalah untuk mengingatkan publik khususnya, serta para pengiklan, bahwa hidup tanpa radio itu tidak enak.
ADVERTISEMENT
“Kita, PRSSNI DKI Jakarta, mau mengingatkan pada publik bahwa hidup itu tanpa radio tidak enak. Karena saat ini dimana-mana sedang 'mabuk' digital. Nah kita mau mengingatkan mereka, (termasuk) `pengiklan kita juga. Itu tujuannya," jelas dia.
Pemilihan tanggal 11 Desember sendiri, menurutnya, dipilih tanpa adanya keterkaitan dengan momen tertentu. Namun, hal ini merupakan salah satu program yang sudah siap untuk dikerjakan oleh PRSSNI di akhir tahun ini.
Selain itu, Praditya menambahkan, kampanye ini merupakan bentuk pernyataan (statement) dari PRSSNI terhadap disrupsi digital (digital disruption) yang ada di berbagai industri seperti media cetak dan transportasi, bahwa radio tidak akan pergi kemana-mana.
"Sebenarnya tidak ada alasan tertentu. Ini program kita tahun ini, kita mau buat di akhir tahun. Tidak ada momen tertentu, ini kita pilih karena secara strategis kita paling siap untuk kerjakan sekarang," tutur Praditya.
ADVERTISEMENT
Digital disruption itu kemana-mana, di transportasi ada, di teman-teman media cetak juga ada. Ini adalah bentuk statement kita bahwa we're not going anywhere,” tambahnya.
Sebagai puncaknya, acara “Radio Day” ini sendiri akan dilaksanakan pada hari yang sama pada pukul 17.30 WIB, bertempat di Ayana Mid Plaza Jakarta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan