Pencarian populer

Forum Sispala Minta Pemprov DKI Jakarta Revisi Pergub Kegiatan Ekskul

Seminar SISPALA di SMKN 1 Jakarta (Foto: Okke Nuraini Oscar)

Seminar SISPALA (Siswa Pecinta Alam) yang dinisiasi oleh forum dan alumni SISPALA se-Jakarta digelar di Aula SMKN 1 Jakarta, Selasa (6/5). Pada seminar kali ini, topik yang menjadi sorotan utama adalah soal tindakan kekerasan dalam kegiatan pecinta alam.

Untuk itu, forum dan alumni SISPALA mengadakan seminar yang bertujuan untuk sosialisasi, pemahaman, dan paradigma baru tentang tata kelola ekstrakurikuler khususnya bagi SISPALA di DKI Jakarta.

Seminar yang dimoderasi oleh Adjie Rimbawan selaku alumni dari TEPEPA/STMN Pembangunan ini, turut mengundang narasumber di antaranya adalah Sopan Adrianto (Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta), Rudi Nurcahyo (Alumni Sabhawana SMAN 3 Jakarta, Mapala UI), Taufiqurrahman (Anggota Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta), Reiza Patters (Alumni Pattupala SMAN 47 Jakarta), dan sempat dihadiri oleh Bowo Irianto, Wakil Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Dalam seminar kali ini, forum dan alumni SISPALA menyampaikan aspirasinya pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan perwakilan sekolah agar memberikan ruang bagi ekstrakurikuler SISPALA untuk berkegiatan dan berlatih agar selalu siap menghadapi risiko dalam setiap kegiatan di alam bebas.

Seminar SISPALA di SMKN 1 Jakarta (Foto: Okke Nuraini Oscar)

Aspirasi ini didasari oleh pengajuan untuk merevisi Peraturan Gubernur No. 179 Tahun 2015 dan mencabut surat edaran Kadis Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mengenai larangan ekstrakurikuler yang berkegiatan di luar kota.

Menanggapi hal ini, Rudi Nurcahyo menyampaikan bahwa kegiatan pecinta alam punya kegiatan positif, dan tindak kekerasan sangat tidak dibenarkan. Dia menambahkan, siswa yang terlibat kegiatan pecinta alam justru yang dibina adalah karakternya.

"Banyak dari teman-teman kami menjadi pimpinan atau jajaran direksi di perusahaan, kementerian, bahkan Presiden kita juga punya hobi untuk naik gunung," tambahnya.

Forum beserta Alumni SISPALA ke depannya berkomitmen untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan merangkul perwakilan sekolah untuk melakukan pembenahan tata kelola ekstrakurikuler SISPALA dengan merumuskan SOP, monitoring kegiatan, dan safety procedure.

"Jadi jangan ada lagi SISPALA yang mendaki menggunakan sandal, hanya bawa dua baju, dan berbekal roti," jelas Rudi.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.38