Pencarian populer
9 Desember 2018 17:53 WIB
0
0
Guru di AS Dipecat karena Enggan Pakai Kata Ganti Transgender
Ilustrasi seorang guru mengajar astronomi. (Foto: physics.dartmouth.edu)
Kata ganti subjek ‘dia’ dalam bahasa Indonesia mungkin enggak bermasalah untuk diterapkan pada setiap gender. Namun berbeda kasusnya bila kata ganti ‘dia’ digunakan dalam bahasa Inggris, beda gender, beda kata ganti.
Mungkin perihal kata ganti ini terkesan sepele, tapi tidak bagi SMA West Point di Virginia, Amerika Serikat (AS). Dilaporkan ABC, seorang guru Bahasa Perancis di sekolah tersebut sampai dipecat pada Kamis (6/12) karena menggunakan kata ganti yang “salah”.
Usut punya usut, sang guru yang bernama Peter Vlaming (47) dianggap melakukan diskriminasi terhadap murid transgender dari cewek ke cowok. Guru tersebut dilaporkan enggak mau menyebut kata ganti ‘dia cowok’ (he-his-him) saat merujuk ke murid transgender itu. Ia diketahui menggunakan kata ganti itu ketika bicara dengan orang lain.
“Diskriminasi tersebut kemudian menciptakan lingkungan belajar yang bersifat memusuhi. Murid tersebut menyatakan hal itu, orangtuanya juga mengekspresikan hal yang sama,” kata Kepala SMA West Point, Laura Abel kepada media setempat, Richmond Times-Dispatch.
Sekolah yang mengetahui hal itu langsung menjatuhi hukuman pecat bagi Vlaming. Melalui rapat Dewan Sekolah West Point, Vlaming kalah mutlak 5-0 saat pengambilan suara mengenai pemecatannya.
Vlaming mengaku enggak masalah untuk memanggil sang murid transgender itu dengan nama baru versi cowoknya. Namun, keyakinannya sebagai seorang Kristiani mencegahnya untuk menganggap murid cewek sebagai cowok.
Sang guru sendiri mengaku menghormati para siswanya. Dalam pergaulan guru-siswa, ia mengaku mendasarkan tindakan pada toleransi antarsesama. Namun hal itu ditolak oleh sekolah yang menuntutnya menggunakan kata ganti sesuai dengan konteks yang ada.
“Itu bukanlah toleransi, itu adalah pemaksaan,” terang Vlaming.
Vlaming yang diketahui sedang mengejar gelar master di College of William & Marry itu meminta kepada Dewan Sekolah mempertimbangkan keputusan pemecatannya yang dianggap absurd. Soalnya, ia merasa dipecat tanpa adanya pembuktian secara terang-terangan menggunakan kata ganti tersebut.
“Aku dipecat untuk sesuatu yang enggak (terbukti) aku katakan,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: