Pencarian populer

Hobi Action Figure, Koleksi atau Bahan Investasi?

Ilustrasi action figure (Foto: MGF Customs/Reviews/ Flickr)

Mengoleksi mainan tiruan atau action figure menjadi sebuah hobi yang kian digandrungi oleh banyak orang. Enggak jarang para kolektor action figure rela menghabiskan uang yang enggak sedikit, bahkan sampai puluhan juta rupiah.

Terdengar seperti sebuah hobi yang mahal memang. Namun di balik modal yang besar, ada keuntungan menggiurkan yang dilirik para kolektor action figure.

Ya, banyak kolektor yang enggak hanya mengoleksi tapi juga memutarnya menjadi pundi-pundi uang. Seenggaknya, itu menurut Satria, salah satu kolektor action figure.

"Investasi bisa untung kalau punya action figure yang susah dicari. (Tapi) Gue enggak suka yang limited karena biasanya belum tentu orang lain juga suka. Lebih cari yang artikulasinya banyak atau karakter basic yang sekali rilis," kata dia kepada kumparan, Jumat (24/8).

Yang dimaksud dengan artikulasi dalam action figure yakni titik-titik sendi pada mainan sehingga bisa diatur posenya untuk beraksi (action). Satria mengatakan, semakin banyak artikulasinya maka semakin mahal harga sebuah action figure.

Lain halnya dengan Satria. Rahmat Budiman, salah satu pendiri ToyGraphyID, justru mengatakan hal sebaliknya. Menurutnya, hobi ini justru enggak bisa dijadikan sebagai investasi utama. Alasannya, kita enggak bisa menebak seberapa besar untung yang didapat.

“Untuk investasi itu bisa iya, bisa juga enggak. Tapi menurut saya salah (enggak bisa jadi investasi utama). Saya enggak pernah menjadikan ini untuk investasi, karena kalau saya suka akan saya simpan. Atau saya bawa terus untuk keperluan foto, tapi nilainya juga bisa berkurang, kan, karena lecet atau kotor," tutur Rahmat.

Investasi butuh trik tersendiri

Action Figure Star Wars (Foto: Peter Morris/ Flickr)

Enggak bisa dipungkiri, nilai jual dari action figure yang dibeli jadi salah satu alasan kenapa sebagian dari kita rela mengeluarkan banyak uang untuk menjadikannya koleksi.

Namun, kalau kamu berpikir untuk menjadikan semua koleksi tersebut sebagai bahan investasi, ada beberapa trik tersendiri. Salah satunya adalah mengetahui momen yang tepat untuk menjual sebuah action figure.

"Biasanya ada feeling dari orang yang udah biasa jual action figure-nya. Misal beli satu, terus ini bagusnya ditahan berapa lama sebelum akhirnya dijual. Tapi ada juga action figure yang orang kira harganya bakal naik kalau mereka tahan, tapi malah turun karena faktor eksternal," jelasnya.

Senada dengan Rahmat. Satria juga menambahkan bahwa satu momen tertentu bisa membuat harga sebuah action figure berlipat ganda.

“Barang second bisa jadi mahal tergantung momennya juga. Bisa aja karena ada momen film Logan, orang-orang jadi cari action figurenya. Misalnya, harga awalnya sekitar Rp 2 juta, bisa aja dijual jadi Rp 12 juta,” lanjut Satria.

Selain itu, masih ada faktor lain yang mempengaruhi harga dari sebuah action figure, yakni karakter dan bagaimana cara mendapatkannya.

“Kalau mau jadikan investasi, cara merawatnya juga perlu diperhatikan. Harga action figure yang masih disegel pasti lebih mahal dibandingkan dengan yang sudah di luar box. Karena itu barangnya masih dihitung Brand New In Box (BNIB),” tutup Satria menegaskan.

Bagaimana menurutmu? Lebih baik dikoleksi atau sekalian dijadikan investasi?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63