kumparan
15 Sep 2019 14:08 WIB

Menyelami Nuansa Indonesia Timur Bersama NonaRia

NonaRia dok Image Dynamics
Keberagaman budaya dan tradisi Indonesia membujur sampai timur. Untuk merayakannya, grup musik NonaRia menggelar 'Indonesia Timur Rasa NonaRia' bersama Galeri Indonesia Kaya, di Grand Indonesia, Sabtu (14/9).
ADVERTISEMENT
Tampil mengenakan kebaya, Nesia Ardi (vokal), Nanin Wardhani (piano), dan Yasintha Pattiasina (biola), membuka penampilannya dengan lagu 'Goro Goro Ne' dari Maluku.
Enggak cuma itu, selama kurang lebih 60 menit NonaRia juga menyanyikan lagu-lagu lain asal Indonesia Timur kayak 'Rasa Sayange' yang juga dari Maluku, 'Angin Mamiri' dari Makassar, 'Si Patokaan' asal Sulawesi Utara, 'Bolelebo' dari Nusa Tenggara Timur, dan pastinya 'Yamko Rambe Yamko' dari Papua.
Semua lagu tersebut dibawakan ulang oleh NonaRia dengan balutan musik jazz. Mereka juga menyanyikan lagu orisinalnya, yakni 'Sebusur Pelangi' dan 'Hari Bahagia'.
“Bahagia rasanya kami dapat kembali tampil di panggung Galeri Indonesia Kaya. Atmosfer dan antusiasme para penikmat seni yang hadir selalu membuat kami semakin bersemangat berdendang ria,” ujar Yasintha, dalam ketrangan resmi yang diterima kumparan.
NonaRia dok Image Dynamics
Sementara itu, pada 6 September 2019, NonaRia untuk pertama kalinya tampil di Cipta Cita Festival, Singapura. Nesia cs. menjadi perwakilan satu-satunya dari Indonesia dalam gelaran tersebut.
ADVERTISEMENT
Pada April lalu, tepatnya di Hari Kartini, NonaRia juga telah meluncurkan single berjudul 'Jadi Wanita'. Sang vokalis sendiri yang menulis liriknya dan dipersembahkan untuk para perempuan Indonesia.
"'Jadi Wanita' berkisah tentang betapa beruntungnya perempuan Indonesia yang hidup di masa kini, di mana perempuan memiliki kemerdekaan untuk bergaya dan bekerja sesuai dengan pilihan masing-masing," terang NonaRia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan