• 1

"Millennial Whoop", Rangkaian Tangga Nada Andalan Musik Pop Masa Kini

"Millennial Whoop", Rangkaian Tangga Nada Andalan Musik Pop Masa Kini


Ilustrasi musik

Ilustrasi musik (Foto: unpslash)
Disadari atau tidak, cukup banyak musik populer yang kita dengarkan sehari-hari ternyata memiliki sebuah kesamaan dalam bentuk pola. Salah satu yang paling sering ditemukan ialah adanya serangkaian nada yang dimainkan secara berulang-ulang dan berbunyi “wa-oh-wa-oh”.
Kalau kamu mengetahuinya, pola seperti tersebut dikenal dengan istilah “Millennial Whoop”. Dilansir NME, secara teknis, pola tersebut ialah serangkaian nada yang melompat maju mundur di antara nada kelima dan ketiga dalam tangga nada mayor.
Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh seorang blogger musik, Patrick Metzger, pada artikelnya yang berjudul “The Millennial Whoop: A Glorious Obsession with the Melodic Alternation between the Fifth and the Third” pada 2016 lalu.
Dia menganggap bahwa lagu Katy Perry yang berjudul “California Gurl” merupakan “dalang utama” dari kemunculan fenomena pola musik tersebut.
“Tiba-tiba semua artis (disadari atau tidak) ikut menirukan hal ini. Dalam ‘California Gurl’, kita pertama kali mendengarkannya pada 0:51 sebagai sebuah bayangan dari penggunaannya yang lebih banyak pada bagian chorus di (menit) 1:05 (serta beberapa kali dalam setiap chorus setelahnya),” tulis Patrick.
Hal ini kemudian dianggap Patrick menjadi banyak digunakan dalam lagu-lagu pop yang ada saat ini. Uniknya, saat beberapa artis seperti Lana Del Rey, dan Robin Thicke harus tersandung kasus dugaan plagiarisme karena terdapat nada yang terdengar sama pada lagunya, Millennial Whoop, sepertinya tidak akan membuat siapa pun yang menggunakannya sampai harus terjerat kasus yang sama.
Alasannya, mengutip dari artikel yang ditulis Patrick, “meskipun mudah untuk mengklaim 'kesamaan substansial' antara beberapa lagu yang menggunakan Millennial Whoop, untuk meyakinkan seorang hakim bahwa seseorang sudah melakukan peniruan, seorang artis harus mampu membuktikan bahwa motif ‘wa-oh-wa-oh’ tersebut merupakan ide orisinil mereka,” tambah dia.
Hal tersebut akhirnya hanya akan mereka dikenakan prinsip scènes à faire, yakni sebuah prinsip dalam hukum hak cipta yang pada dasarnya menjelaskan beragam situasi saat tidak terdapat cara lain untuk mengekspresikan sebuah ide tanpa menggunakan elemen tersebut. Dalam kata lain, prinsip tersebut dapat digunakan saat beberapa elemen musik dianggap terlalu umum untuk dimiliki oleh suatu entitas.
Analisis Patrick Metzger tersebut kemudian dirangkum dalam beberapa video pada platform Youtube, berikut ini salah satunya.


MilenialMusikMusisiHiburan

500

Baca Lainnya




}