kumparan
17 Jul 2019 19:42 WIB

Pelajar dari Makassar Menangi Kontes Komik UNICEF

Komik karya Rizka. Dok. Unicef
Anak muda Indonesia boleh berbangga, nih. Seorang seniman muda dan aktivis dari Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil menjadi pemenang kontes komik superhero UNICEF dan Comic’s Uniting Nations.
ADVERTISEMENT
Dia adalah Rizka Raisa Fatimah Ramli. Rizka menciptakan tokoh superhero bernama Cipta untuk dapat menginspirasi orang-orang untuk bertindak tanpa harus takut untuk berbicara dan membasmi bullying di sekolah maupun di luar sekolah.
Karya Rizka sendiri telah dipertontonkan kepada para pemimpin dari berbagai negara, pemimpin bisnis, masyarakat sipil dan para petinggi di badan PBB, serta 100 anak dan remaja yang mengikuti acara tahunan Forum Politik Tingkat Tinggi PBB tentang pembangunan berkelanjutan (HLPF).
“Melalui komik, saya ingin membantu anak muda untuk mengatasi ketakutan mereka dan menggunakan kekuatan super mereka sendiri untuk menghentikan intimidasi dan kekerasan. Lewat apapun, misalnya seni dan ekspresi seperti menggambar, menulis, aktivisme, atau akting sekali pun,” tutur cewek berusia 18 tahun ini.
Rizka Raisa Fatimah Ramli Dok. Unicef
Kini, karya Rizka telah disebar ke siswa-siswi sekolah di dunia. Kurang lebih terdapat 100 ribu sekolah yang telah mengenal Cipta, termasuk di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Cipta adalah metafora yang kuat untuk para pahlawan super mudah di seluruh dunia. Ia mengambil tindakan terhadap kekerasan dan intimidasi di sekitar maupun di dalam sekolah,” ujar Henriette Fore, Direktur Eksekutif UNICEF.
Kontes Komik Superhero UNICEF dan Comic’s Uniting Nations mengikutsertakan anak-anak dan pemuda untuk menciptakan pahlawan super yang dapat membuat siswa-siswi aman dari kekerasan, baik di dalam sekolah maupun di luar, termasuk bullying.
“Rizka telah memberikan contoh yang baik dari kapasistas dan kreativitas kaum muda untuk bertindak sebagai agen perubahan lewat buku komiknya. Buku komiknya yang bercerita tentang seorang pahlawan yang menghentikan bullying di sekolah. Kita harus berbuat lebih banyak untuk mendukung kaum muda seperti Rizka untuk berbicara tentang kekerasan di sekolah,” ungkap harapan Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
ADVERTISEMENT
Penulis: Stefanny Tjayadi
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·