Pencarian populer

Perayaan Sweet 17 ala The Rain: Manggung di Dalam Bioskop

Konser 'Bioskop Hujan' dari The Rain (Foto: The Rain)

Tanpa terasa, grup musik asal Yogyakarta, The Rain, telah genap berusia 17 tahun. Untuk merayakannya, Indra Prasta (vokal, gitar), Iwan Tanda (gitar), Ipul Bahri (bass), dan Aang Anggoro (drum), menggelar konser perdananya di dalam bioskop.

Sesuai nama band-nya, konser yang diselenggarakan pada 15 Desember 2018 di CGV Cinemas Grand Indonesia, Jakarta, itu diberi nama 'Bioskop Hujan'. Indra mengaku, konser ini hanya dipersiapkan selama 3,5 bulan tanpa promotor dan event organizer.

“Karena sudah banyak jadwal manggung yang masuk, mau enggak mau kami mempersiapkan konser ini di sela-sela jadwal itu. Bahkan nama 'Bioskop Hujan', kami dapat saat manggung di Papua. Konser ini boleh dibilang dikerjakan secara swadaya, yang kami persiapkan dengan sebuah tim kecil saja. Alhamdulillah, mendapat respons yang baik dengan satu bulan setelah penjualan tiket dibuka, sudah sold out. Kami bersyukur konser ini banyak mendapat dukungan," jelas Indra, dari rilis yang diterima kumparan, Selasa (18/12).

Dalam perayaan sweet 17 tersebut, The Rain mengusung konsep berbeda, yakni membungkus tiap lagu dengan visual graphic dan tata cahaya ciamik. Aksi panggung The Rain juga bertambah seru karena menampilkan lagu-lagu dari enam album mereka dalam tiga sesi, yaitu elektrik, akustik, dan akapela --yang baru pertama kali dilakukan.

The Rainkeepers --sebutan penggemar The Rain-- hanyut dalam suasana penuh nostalgia sambil menyanyikan satu per satu hits The Rain, seperti 'Getir Menjadi Tawa Bila Ku Bersamanya', 'Tersenyum Dalam Luka', 'Terlalu Indah', 'Rencana Berbahaya', 'Penawar Letih', 'Terima Kasih Karena Mencintaiku', hingga 'Pejalanan Tak Tergantikan'.

Konser 'Bioskop Hujan' dari The Rain (Foto: The Rain)

Mumpung sudah berada di dalam bioskop, The Rain mengajak para penonton untuk menyaksikan sebuah film pendek dari cerita Jono dan Mira, di video klip single terbaru mereka, 'Rencana Berbahaya'. Tiba-tiba, karakter Jono benar-benar muncul di atas panggung, yang diikuti monolog dari seorang perempuan berpayung putih, yang dibawakan oleh Intan Melodi, pemeran Mira. Enggak lama, The Rain membawakan 'Perempuan Hujan' yang dirilis pada 2012.

Konser 'Bioskop Hujan' juga sukses menyayat hati penonton ketika The Rain membawakan 'Untuk Ayah Ibuku', sambil ditampilkan video lirik di layar bioskop, dengan foto-foto masa kecil masing-masing anggota bersama ke dua orang tuanya. Indra yang enggak bisa menahan haru saat menyanyikan lagu tersebut, sempat berpaling sejenak untuk menyeka air matanya, yang disambut tepuk tangan penonton.

Sebagai penutup, The Rain membawakan ‘Jabat Erat’ dan ‘Terlatih Patah Hati’ sambil mengajak penontonnya mengepalkan tangan kanan ke atas. Ini adalah sebuah salam khas ‘Jabat Erat’ yang menjadi ciri khas The Rain di setiap penampilan mereka. Sebelum benar-benar usai, ‘Perjalanan Tak Tergantikan’ dibawakan The Rain sambil menayangkan kumpulan video perjalanan The Rain dari 2001 hingga kini.

“Kalau kata orang, umur 17 tahun itu awal menuju kedewasaan. Tapi buat kita, ini adalah 17 tahun awal untuk menuju 17 tahun selanjutnya, dan selanjutnya lagi," tutup Ipul.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.61