kumparan
9 Feb 2018 14:02 WIB

Review: MGMT Terdengar Semakin Matang dalam Album 'Little Dark Age'

MGMT (Foto: Wikimedia Commons)
Sesuai dengan yang sudah dijanjikan sebelumnya, MGMT sukses merilis album studio keempatnya yang bertajuk 'Little Dark Age' pada Jumat (9/2).
ADVERTISEMENT
Duo yang terdiri dari Andrew VanWyngarden dan Ben Goldwasser ini, secara resmi menambah satu karya ke jajaran diskografi mereka, setelah berjalan lima tahun tanpa mengeluarkan album baru.
Kelahiran 'Little Dark Age' rasanya tidak menggeser apapun yang menjadi identitas MGMT sebagai sebuah grup musik psikedelik. Sajian suara synthesizer dengan nuansa yang 'trippy', serta vokal berefek delay masih terdengar cukup mendominasi di hampir setiap lagu yang ada pada album tersebut.
Meski begitu, album yang juga diproduseri oleh Dave Fridmann dan Patrick Wimberly itu seolah semakin ‘mengokohkan’ nama mereka sebagai musisi yang memang 'tidak mau diatur' dan selalu ingin menggali sesuatu yang baru di setiap album barunya, meski berada di bawah sebuah naungan label besar seperti Columbia.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, album ‘Little Dark Age’ juga mampu menunjukkan tingkat kedewasaan bermusik yang cukup berbeda dari Andrew dan Ben. Dibandingkan dengan album sebelumnya, karya mereka yang satu ini dirasa akan lebih mudah diterima oleh mereka yang memang cenderung awam pada nuansa musik psikedelik.
Misalnya, salah satu perbedaan yang cukup jelas terdengar pada 'Little Dark Age' adalah pemilihan suara drum. Jika pada album 'MGMT' yang rilis pada 2013 lalu mereka membuat hal tersebut terdengar 'glitchy', maka di album ini justru sebaliknya. Mereka buat tiap ketukan drum yang ada pada album ini terdengar cukup solid.
Tema satire tentang hubungan asmara di kehidupan modern yang tertuang pada lagu 'She Works Out Too Much' dipilih MGMT sebagai pembuka pada album tersebut. Kemudian dilanjut dengan tiga single yang sudah lebih dahulu rilis, yakni 'Little Dark Age', 'When You Die', serta 'Me and Michael'.
ADVERTISEMENT
Tiga single itu tentunya tidak bisa kamu lewatkan begitu saja. Sebab, selain menjadi lagu yang mampu menjelaskan karakter musik MGMT pada album terbarunya, ketiganya juga menjadi bukti transformasi kematangan MGMT dalam menyuguhkan aliran musik yang selama ini mereka usung.
Tidak berlebihan rasanya jika album ini disebut sebagai 'titik kembalinya' kualitas bermusik MGMT setelah album 'Oracular Spectacular' yang mampu mengantarkan mereka menuju jalur kepopularitasan.
Secara keseluruhan, 'Little Dark Age' merupakan album yang sangat pantas untuk didengarkan para penggemar musik psikedelik maupun synthpop. Berbagai materi apik yang diantarkan oleh Andrew dan Ben dalam album tersebut, rasanya mampu untuk mengembalikan momentum mereka seperti ke dalam masa-masa meledaknya 'Time to Pretend'.
Dari beberapa hal yang sudah disebutkan, album ini cocok menyandang angka 4 dari 5.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·