Pencarian populer

Suara Anak Muda di Women’s March 2019

Para peserta Women's March 2019. Foto: Okke Oscar/kumparan

Women’s March 2019 kembali digelar pada Sabtu (27/4). Untuk tahun ini, ada 4.000 orang yang berpartisipasi turun ke jalan untuk menyuarakan suaranya demi kesetaraan perempuan dan kelompok minoritas.

Di antara ribuan peserta, ada sejumlah anak muda yang ikut serta dan membawa poster-posternya. Seperti Lara dari Greenpeace yang mengenakan sayap lebar berwarna merah muda dan bertuliskan ‘Earth = Women, Women Strike For Climate Change’.

Aksi cewek dan anak muda di Womensmarch Jakarta, Sabtu (27/4). Foto: Dok. Stephanie Elia/kumparan

Tahun ini adalah kali pertama Lara mengikuti Women’s March. Ia menuturkan sayap tersebut dibuat hanya dalam waktu semalam sebagai bentuk dukungannya untuk ibu-ibu di Batang, Jawa Tengah.

“Menurutku isu lingkungan juga isu perempuan. Kayak kasus ibu-ibu di Batang yang kehilangan pekerjaannya karena ada pembangunan PLTU. Tapi ketika mereka beralih profesi menjadi nelayan, mereka juga kena diskriminasi karena didominasi sama laki-laki,” katanya kepada kumparan.

Ada juga Kiki dari KOMAFIL (Komunitas Mahasiswa Filsafat) Universitas Indonesia yang datang bersama sekitar 60 teman-temannya yang mengikuti kelas mata kuliah Filsafat dan HAM. Enggak cuma ikut marching, sebagai Ketua KOMAFIL Kiki ditantang oleh dosennya untuk memberikan orasi di depan peserta Women’s March 2019.

KOMAFIL UI Foto: Hesti Widianingtyas/kumparan

Kiki membacakan puisi berjudul ‘Sebagai Perempuan’ yang baru ia tulis semalam sebelum Women’s March 2019.

“Menurutku sebagai anak muda penting untuk meningkatkan awareness karena selama ini isu tentang perempuan dan ham kurang disuarakan,” ujar mahasiswi semester 6 tersebut.

Selain perempuan, Women’s March juga diikuti oleh laki-laki. Salah satunya yaitu Usama yang untuk kali kedua datang ke gelaran ini.

Usama, salah satu peserta Women's March 2019. Foto: Hesti Widianingtyas/kumparan

Usama membawa poster yang ia buat sendiri dengan tulisan ‘Saya Laki Saya Tidak Akan Melecehkan Hanya karena Pakaiannya Terbuka’.

“Menurutku penting buat bareng-bareng turun ke jalan dan menyuarakan pendapat kita karena lebih didengar daripada cuma sendiri atau berdua,” terangnya.

Selain merayakan inklusivitas, Women’s March 2019 juga diselenggarakan untuk menuntut pengesahan RUU-PKS, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Masyarakat Adat. Ketiga RUU itu dinilai krusial untuk kesejahteraan perempuan dan keadilan gender.

Berikut 10 tuntutan Women's March 2019.

Apakah kamu salah satu yang ikut gelaran Women's March tahun ini?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33