Pencarian populer
27 Agustus 2018 16:44 WIB
..
..

Wawancara Eksklusif: Cosmo Pyke Ungkap Rencana Bermusiknya ke Depan

Wawancara Eksklusif Cosmo Pyke (Foto: Iqbal Dwiharianto/kumparan)

Usai menggelar konser perdananya di Indonesia pada Sabtu (25/8) malam, kumparan berkesempatan untuk bertemu dan mewawancarai musisi multi-instrumentalis asal Inggris, Cosmo Pyke, di tempatnya menginap di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/8) pagi.

Meski mengaku sedang dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, pria yang memiliki nama asli sama dengan nama panggungnya tersebut masih bersedia untuk bercerita tentang berbagai hal seputar karier bermusiknya, termasuk tentang karya terbarunya yang akan segera dirilis.

Di usianya yang baru genap 20 tahun, Cosmo nampaknya sudah menyimpan rencananya sendiri tentang ke mana arah musiknya akan ia bawa. Satu hal yang pasti, ia ingin dapat berbicara lebih tentang berbagai hal yang terjadi di sekitarnya, dari pada hanya tentang dirinya sendiri.

Selengkapnya, simak wawancara kumparan bersama Cosmo Pyke berikut ini.

Bagaimana kamu berkenalan dengan musik?

Ketika saya berusia sekitar 8 tahun, ibu saya mengajarkan cara bermain kunci E minor pada gitar, dia dulunya main gitar dan ayah saya juga sedikit-sedikit main. Sejak usia itu saya (mulai) main di sekolah dan belajar juga soal gitar.

Ketika usia saya sekitar 12-13 tahun, saya mulai menulis lagu sendiri yang hasilnya sangat jelek, judulnya 'Feeling Pretty Bad'. Dulu saya selalu menulis lagu-lagu yang agak sedih, saya sudah melakukannya sejak saat itu hahaha. Usia kamu masih muda dan sudah dapat sorotan internasional, apa kamu sudah siap dengan hal ini?

Ya, saya sudah bersiap untuk ini. Semalam saya berfoto dengan semua orang setelah manggung karena saya tahu gimana susahnya orang-orang untuk ketemu saya. Orang-orang sudah lama pengin ketemu saya, jadi saya ingin menyapa semuanya.

Tentu ini tidak bermaksud untuk pamer atau apapun, tapi lebih soal cinta dari mereka untuk saya. Saya senang banget bisa main di sini. Saya tidak merasa ada yang salah dengan menjadi 'bintang' atau apapun itu, tapi saya kira saya sama saja seperti yang lainnya. 'Chronic Sunshine' itu bercerita tentang apa?

Lukisan, grafiti. Saya ingat waktu itu tiba-tiba punya pikiran untuk menulis sebuah lagu yang judulnya 'Chronic Sunshine', dan itu belum pernah saya lakukan sebelumnya.

Saya belum pernah terpikiran sebuah judul lagu sebelum lagu itu sendiri ditulis. Jadi lagu itu cukup spesial buat saya, karena saya melihat sebuah rencana di pikiran saya akan menjadi seperti apa lagu tersebut nantinya. Ada hal-hal tentang Inggris yang menjadi inspirasi kamu dalam bermusik?

Ya, tentunya. Banyak hal yang saya tidak suka dari Inggris. Misalnya seperti penjajahan dunia sebelum saya lahir, polisi, tapi sebenarnya enggak tentang polisinya, sih, lebih ke pemerintahnya, dunia barat secara umum hahaha. Hal apa yang menurut kamu salah dari negaramu?

Awalnya dari rasisme, rasisme yang sistematis, serta pertentangan. Saya terlahir pada kondisi yang seperti itu dan saya ingin mengubah banyak hal yang ada.

Tapi saya belum memulainya, tidak ada dari musik saya yang bernuansa politik untuk saat ini, namun semakin saya tumbuh, semakin banyak juga saya belajar. Semakin sering juga saya mendengarkan musik yang bernuansa politik. Mungkin saya bakal dibunuh suatu hari nanti hahahaha. Semoga saja enggak, sih.

Musik saya selama ini selalu tentang saya dan saya. Tapi ke depannya saya ingin lebih tentang situasi yang sedang terjadi, maupun tentang masa lalu dan sejarah.

Wawancara Eksklusif Cosmo Pyke (Foto: Afri Makki)

Gimana rasanya dibandingkan dengan King Krule?

Biasa saja, sih, sebenarnya. Dia teman saya juga. Tapi kalau kamu dengar album barunya dia dan musik yang baru dari saya yang notabene baru akan dirilis Januari nanti, kamu mungkin bakal dengar kalau kami berdua tidak terdengar sama. Tadi malam, misalnya. Semua lagu baru yang saya mainkan enggak ada yang terdengar seperti King Krule. Siapa referensi musik kamu dan apa genre yang sebenarnya kamu usung?

Bob Marley, Michael Jackson, Peter Tosh, Johnny Clarke, Jimi Hendrix, Musical Youth, serta Big Youth-- Black music. Bagaimana pendapat kamu soal Jakarta sejauh ini?

Yes, man. Saya senang berada di sini, gila banget. Semua orang merokok banyak sekali. Tapi saya suka berada di sini, orang-orangnya sangat baik. Apa yang bisa dibocorkan dari proyek musikmu yang akan datang?

Ada di penampilan saya semalam. Saya memainkan sekitar tiga lagu dari mini album (EP) saya yang akan datang, semoga kamu suka hahaha. EP itu akan dirilis Januari mendatang. Di mana kamu melihat dirimu sendiri dalam 5 tahun ke depan?

Dalam lima tahun? Wow, tentunya saya bakal berusia 25 tahun nanti. Masih muda tentunya.

Saya bakal santai dan bersenang-senang dan tetap bermain dan memiliki lebih banyak musik. Gaya bermusik saya juga mungkin sudah berganti nantinya. Saya enggak akan memainkan 'Chronic Sunshine' di setiap penampilan, tentunya tidak akan. Semoga saya bakal bisa main di Amerika Serikat juga nantinya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57