kumparan
21 Mei 2018 18:31 WIB

Wawancara Nick Diamond: Supreme hingga Skateboard yang Jadi Mainstream

Nick Diamond (Foto: Diamond Supply Co.)
Meramaikan dunia fashion streetwear sejak 1998 silam lewat Diamond Supply Co., nama Nick Tershay atau yang dikenal dengan Nick Diamond sudah enggak perlu diragukan lagi. Selama hampir 20 tahun, lewat tangan dinginnya, Nick sukses membuat Diamond Supply Co. jadi salah satu brand streetwear paling berpengaruh di dunia.
ADVERTISEMENT
Itu sebabnya, brand dengan logo berlian ini kerap jadi sasaran kolaborasi dari beberapa merek ternama, salah satunya adalah Puma. Bukan sekali, nyatanya, Diamond Supply Co. dan Puma sudah dua kali melakukan proyek kolaborasi. Salah satunya adalah kolaborasi antara Nick dan Puma yang menghasilkan beberapa produk, mulai dari sneaker (Puma Suede dan Clyde), hingga apparel, belum lama ini.
Jumat (18/5) lalu, kumparan berkesempatan mewawancarai langsung Nick Diamond dalam acara pembukaan gerai Puma Select di Marina Bay Sands, Singapura. Dalam pertemuan tersebut, kumparan menanyakan beberapa hal, mulai dari ‘hubungan akrab’ Nick dengan Puma, skateboard, hingga industri streetwear itu sendiri.
Bisa jelaskan bagaimana hubungan kamu dengan Puma?
Saya adalah orang yang besar dari (dunia) skateboarding. Saya main skateboard di awal 1990-an dan sepatu pertama yang saya pakai adalah Puma Clyde. Sejak saat itu, saya mulai mengoleksi sneaker, mulai dari Nike hingga Jordan. Nah, begitu ada tawaran untuk melakukan kolaborasi dengan Puma, saya sangat senang dengan hal itu.
ADVERTISEMENT
Bagaimana rasanya melihat Diamond Blue ada pada sneaker yang cukup bersejarah buat kamu?
Saya suka warna itu ada di produk kolaborasi ini. Sebelumnya, saya juga pernah menggunakan warna ini pada kolaborasi dengan Nike SB tahun 2015 silam. Lewat warna ini, orang-orang bisa tahu Puma berkolaborasi dengan siapa.
Kamu besar dari dunia skateboard, apakah skateboard mempengaruhi desain dari produk yang sudah diciptakan?
Iya, dong. Besar dan tumbuh di skateboard, bergaul dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia ini (skateboard), secara enggak langsung turut memengaruhi desain saya.
Nick Diamond & Travis Scott (Foto: Hypebeast)
Puma sudah melakukan banyak kolaborasi dengan beberapa brand, bahkan Rihanna. Bagaimana menurut kamu?
Keren! Rihanna juga keren. Menurut saya, itu salah satu langkah positif yang dilakukan Puma. Selain kolaborasi dari sektor lifestyle, Puma juga melakukan kolaborasi dengan dunia skateboard, bahkan musik kayak The Weeknd dan Big Sean. Efeknya, hal itu bisa bikin beberapa fans dari musisi tadi jadi bagian dari keluarga besar Puma. Menurut saya, hal itu keren banget.
ADVERTISEMENT
Diamond Supply pernah berkolaborasi dengan beberapa musisi rap kayak Travis Scott hingga Wiz Khalifa. Seberapa penting rap untuk Diamond Supply?
Menurut saya, kolaborasi dengan orang-orang di luar skena skateboarding adalah hal yang penting untuk saya dan Diamond Supply. Dengan hal itu, kami bisa menyasar pasar yang lain di luar dunia skateboard. Travis (Scott) juga main skateboard. Dengan kolaborasi itu, saya bisa menarik fans Travis (Scott) yang juga menyukai skateboard. Itu hal yang menguntungkan untuk kedua belah pihak.
Kami dari Asia, apa yang kamu tahu tentang dunia skateboard di sini?
Di China, Hong Kong, kami punya banyak teman di dunia skateboard. Kami juga jadi sponsor beberapa skateboarder di Jepang. Skena (skateboard) ini besar. Bahkan, enggak banyak yang tahu, beberapa skateboarder dari Asia jadi yang terbaik di dunia. Itu keren, lho!
Puma x Diamond Supply (Foto: Hypebeast)
Supreme jadi salah satu brand yang digilai di dunia. Menurut kamu, bagaimana sebuah brand streetwear bisa mendunia tanpa melakukan promosi besar-besaran?
ADVERTISEMENT
Saya enggak yakin kalau brand lain bisa tetap terlihat keren setelah jadi besar dan terkenal kayak Supreme. Bahkan, kalau kamu buka media, semua isinya tentang Supreme. Gila banget! Menurut saya, kuncinya adalah di produk yang dibuat. Dengan menciptakan produk yang bagus, orang-orang juga akan tertarik.
Apa pendapat kamu dengan gaya hidup skateboard yang kini ditampilkan di majalah fashion?
Kayaknya banyak orang (anak skateboard) akan benci dengan hal itu. Hahaha! Waktu saya masih muda, hal kayak gitu (skateboard di majalah fashion) aneh. Tapi sekarang, skateboard sudah sangat besar.
Itu jadi hal yang keren sekarang. Itu artinya, banyak orang sudah menganggap kalau skateboard itu keren, bukan lagi anak-anak berandalan yang berkeliaran di jalan. Hal itu tentu bagus untuk skena dan industri skateboard. Banyak orang menyukai skateboard.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan