kumparan
15 Sep 2019 16:04 WIB

Yang Bisa Kamu Lakukan agar Orang Tua Paham soal Kesehatan Mental

Ilustrasi Remaja ngobrol dengan Orang Tua. Foto: Getty Images
Memiliki support system yang baik menjadi hal penting bagi seseorang dengan masalah kesehatan mental. Enggak terkecuali dukungan dari orang terdekat, seperti keluarga.
ADVERTISEMENT
Tapi orang tua enggak selalu paham isu-isu mengenai kesehatan mental. Mereka bisa jadi salah mengartikan kecemasan atau rasa panik yang sedang kamu alami.
Sebenarnya ada, kok, cara yang bisa kamu lakukan supaya orang tua paham soal kesehatan mental. Dilansir Her Campus, berikut tiga cara yang bisa kamu ikuti.
  1. Jelaskan secara sederhana
Kadang ngobrolin soal kesehatan mental sama orang tua adalah hal terakhir yang pengin kamu lakukan. Tapi kalau kamu terus-menerus menghindarinya, justru bisa menambah masalah, lho.
Karena itu, cobalah jelaskan kepada mereka masalah apa yang sedang membebanimu. Kalau enggak mampu untuk berbicara langsung, kamu bisa menyampaikannya lewat surat.
Jangan lupa, saat menjelaskan kepada orang tua, beri pengertian kepada mereka yang mungkin sulit untuk memahami masalahmu sepenuhnya.
ADVERTISEMENT
  1. Berikan referensi
Kesehatan mental bisa jadi sebuah konsep yang sulit dimengerti oleh orang tua. Untungnya, kamu bisa memberikan referensi kepada mereka lewat informasi di internet. Misalkan, artikel atau video penjelasan soal bedanya depresi dan rasa sedih.
Tapi ingat, kamu perlu cek dan memilah apakah informasi tersebut hoax atau enggak. Jadi jangan asal forward informasi dari grup chat, ya, gaes.
  1. Pahami perbedaan pola pikir
Disadari atau enggak, cara generasi milenial dan generasi Z dalam memahami kesehatan mental, berbeda dengan generasi baby boomers alias orang tuamu dalam memahaminya. Mungkin aja bagi milenial topik kesehatan mental udah jadi bahasan umum, tapi buat orang tua masih cukup tabu.
Maka itu, kamu enggak bisa juga berharap orang tua langsung mengerti konsep dari kesehatan mental. Ingat, semuanya butuh proses. Oke?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan