Pencarian populer
USER STORY
9 Desember 2018 7:37 WIB
0
0
Cuka, Halal atau Haram?
Assalammu'alaikum
Pagi Gaess..
Udah masuk musim hujan nih...
Siang panas, sore hujan...
Gimana enggak bisa engak ketemu cuka dong ya? Secara siang ngemilnya pempek.. sorenya ketemu bakso 🤤
Makan pempek enggak lengkap kalau tanpa kuah cuko. Nah. Selain dibuat dari asam jawa, biasanya kuah cuko dicampur cuka. Makan bakso juga kadang ada yang suka pakai cuka kan?
Aman enggak sih makan cuka?
Cuka termasuk makanan yang thoyyib (baik). Tidak ada dalil yang mengharamkan cuka sehingga cuka dihukumi halal sebagaimana asalnya. (Asal hukum makanan itu halal kecuali yang sudah jelas keharamannya). Dalil yang mendukung cuka adalah makanan yang baik adalah hadits dari ‘Aisyah berikut, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
نِعْمَ الأُدُمُ – أَوِ الإِدَامُ –الْخَلُّ
“Sebaik-baik bumbu dan lauk adalah cuka." (HR. Muslim no. 2051).
Adapun hadits dari Jabir bin ‘Abdillah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada keluarganya tentang lauk. Mereka lantas menjawab bahwa tidak di sisi mereka selain cuka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda.
نِعْمَ الأُدُمُ الْخَلُّ نِعْمَ الأُدُمُ الْخَلُّ
“Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR. Muslim no. 2052).
Nah, kita kenalan dulu yuk. Cuka itu apa sih sebenernya?
Gak kenal maka ta'aruf. Eh..
Mempelajari Asam Asetat
Credit pic: Pixabay
Apa sih Asam Asetat atau Asam Cuka?
Asam asetat, asam etanoat atau yang sering disebut asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi sensasi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Nah, rumus ini sering kali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (bisa juga disebut asam asetat glasial) yang merupakan cairan higroskopis yang tidak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C.
Bagaimana sih Sifat Asam Asetat?
Asam asetat yang pekat bersifat korosif (bisa menyebabkan korosi) dan karena itu harus digunakan dengan sangat hati-hati. Asam asetat juga dapat menyebabkan luka bakar, kerusakan permanen pada mata, serta iritasi pada membran mukosa. Luka bakar atau lepuhan yang diakibatkan oleh asam asetat bisa jadi tidak terlihat lagi sampai beberapa jam setelah kontak.
Sarung tangan berbahan latex tidak dapat melindungi tangan dari asam asetat, sehingga dalam menangani senyawa ini perlu digunakan sarung tangan khusus yang berbahan karet nitril. Asam asetat pekat dapat terbakar di laboratorium, meskipun tidak semudah itu. Ia akan cenderung mudah terbakar jika suhu ruang melebihi 39°C (102°F), dan dapat membentuk campuran yang dengan mudah meledak di udara (ambang ledakan: 5,4 persen-16 persen).
Asam asetat dapat diproduksi secara sintetis maupun secara alami melalui proses fermentasi bakteri. Saat ini, hanya sekitar 10 persen dari produksi asam asetat dihasilkan melalui jalur alami, padahal hukum (halal) menyatakan bahwa asam asetat yang terdapat dalam cuka haruslah berasal dari proses biologis. Sebaliknya asam asetat yang diproduksi oleh industri kimia, 75 persen di antaranya diproduksi melalui proses karbonilasi metanol. Sisanya dihasilkan melalui metode alternatif lainnya.
Bagaimana dengan Cuka yang Diproduksi dari Alkohol ?
Credit : Pixabay
Acetobacter adalah sebuah genus dari bakteri penghasil asam asetat, yang ditandai dengan kemampuannya mengubah etanol (alkohol) menjadi asam asetat (asam cuka) dengan bantuan udara. Ada beberapa bakteri dari golongan lain yang sebenarnya mampu menghasilkan asam asetat dalam kondisi tertentu, namun hampir semua anggota genus Acetobacter dikenal memiliki kemampuan ini.
Bakteri-bakteri Acetobacter dikenal sangat penting secara komersial, karena bakteri tersebut dapat digunakan dalam proses produksi cuka (dengan sengaja mengubah etanol yang terdapat pada anggur menjadi asam asetat namun di sisi lain juga dapat merusak anggur, dengan menghasilkan asam asetat atau etil asetat, akan merusak rasa anggur tersebut).
Pertumbuhan Acetobacter yang terdapat pada anggur dapat dicegah dengan sanitasi yang efektif, yaitu melalui pemisahan udara dari anggur secara sempurna, maupun penggunaan sulfur dioksida sebagai pengawet pada anggur.
Di laboratorium, Acetobacter dapat dikenali dengan mudah dengan pertumbuhan koloninya di medium yang mengandung 7 persen etanol, dan ditambah dengan kalsium karbonat secukupnya untuk memburamkan sebagian medium. Ketika koloni tersebut membentuk asam asetat yang cukup, maka kalsium karbonat akan melarut sehingga terbentuk daerah bening yang jelas pada medium lainnya.
Manfaat Cuka
Cuka terdiri dari unsur panas dan unsur dingin, namun unsur dinginnya lebih kuat daripada unsur panasnya. Sifatnya kering pada tingkatan ketiga, memiliki unsur pengering tingkat tinggi, dapat mencegah berhamburnya unsur makanan dalam tubuh dan dapat memperlancar buang air besar.
Bila diminum dengan campuran garam, cuka berkhasiat mengobati racun akibat jamur mematikan. Bila dibuat gulai, bisa memotong amandel yang tumbuh diujung langit-langit rongga mulut. Bila digunakan untuk berkumur dalam keadaan hangat, berkhasiat mengatasi sakit gigi dan memperkuat gusi. (Kitab Zadul Ma'ad Hal 380)
Hukum Cuka Vinegar
Cuka atau vinegar asalnya dihukumi halal. Allah Ta’ala berfirman.

كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Baqarah : 57).
Rincian Hukum dalam Islam dan Asal Muasal Cuka
Berikut beberapa rincian hukum cuka dan dari mana cuka berasal:
• Jika cuka berasal dari khomr (segala sesuatu yang memabukkan), lalu diolah dengan tangan manusia menjadi cuka, maka tidaklah halal. Hadits yang mendukung hal ini,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أَبَا طَلْحَةَ سَأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَيْتَامٍ وَرِثُوا خَمْرًا قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ أَفَلاَ أَجْعَلُهَا خَلاًّ قَالَ « لاَ »

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Abu Tholhah pernah bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai anak yatim yang diwarisi khomr. Lantas beliau katakan, “Musnahkan khomr tersebut.” Lalu Abu Tholhah bertanya, “Bolehkah aku mengolahnya menjadi cuka?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak boleh.” (HR. Abu Daud no. 3675. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dalam hal ini Ibnul Qayyim menjelaskan ini adalah penjelasan yang amat jelas bahwa khamr jika diolah menjadi cuka (dengan tangan manusia), maka itu tidak dibolehkan (haram hukumnya). Jika hal itu dibolehkan, maka tentu harta anak yatim yang lebih pantas untuk diperlakukan seperti itu karena harta mereka sudah sepantasnya dijaga, dikembangkan dan diperhatikan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang membuang-buang harta (memboroskan harta). Jika diperintahkan untuk dimusnahkan berarti yang dimaksud adalah membuang-buang harta. Maka sudah dimaklumi bahwa mengolah khomr menjadi cuka tidaklah membuat khomr tersebut jadi suci.

Cuka yang dibuat dari butir-butiran sereal maupun buah-buahan bersifat halal untuk dikonsumsi. Namun, cuka yang dibuat dari khomr hukumnya haram.

- -

• Namun jika khomr berubah dari cuka dengan sendirinya (proses terjadi secara alami). Maka hal ini membuat hukum asal cuka kembali seperti yang telah diulas, yaitu suci dan halal. Imam Malik rahimahullah sampai-sampai mengatakan, “Aku tidak suka seorang muslim mewariskan khomr lantas khomr tersebut diolah (dengan tangan) lantas menjadi cuka. Namun jika khomr tersebut menjadi cuka dengan sendirinya, maka tidak mengapa untuk disantap.”
• Jika alkohol bukan berasal dari khomr, maka tidak ada masalah. Seperti yang kita lihat dari proses yang saat ini berlaku, cuka (asam asetat) diproduksi bukan dari khomr, tetapi dari proses fermentasi tetes tebu, yang diolah menjadi alkohol, lalu menjadi aldehid dan kemudian menjadi asam asetat.
(Silakan lihat pembagian di atas dari Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 22:121 dan Fatwa Al Islam Sual wal Jawab no. 113941.)
Dari sini kita bisa menarik kesimpulan, cuka yang dibuat dari butir-butiran sereal maupun buah-buahan bersifat halal untuk dikonsumsi. Namun, cuka yang dibuat dari khomr hukumnya haram.
Credit: Pixabay
Contoh cuka yang hukumnya haram:
• wine vinegar
• spirits vinegar
• balsamic vinegar
• rice vinegar
• sherry vinegar
• cider vinegar
Cuka beras (rice vinegar) hukumnya haram karena dibuat dari rice wine (arak beras), bukan dari beras. Cuka yang dibuat dari beras halal untuk dikonsumsi.
Credit: Pixabay
Kalau Apple vinegar atau cuka apel hukumnya bagaimana?
Cuka apel (apple vinegar) dibuat dari buah apel segar. Maka ia hukumnya halal. Sedangkan cuka cider apel (apple cider vinegar) dibuat dari cider. Cider itu jus buah yang difermentasi menjadi minuman keras. Maka ia hukumnya menjadi haram. (Nanung Danar Dono, Ph.D dari Halal Centre Fak. Peternakan UGM)
Allaahu a’lam bish-showwab
Untuk kritik dan saran bisa ke DM instagram @rikaekawati ya.. terima kasih. Semoga bermanfaat 😉
Wassalammu'alaikum

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: