Kenapa Pelari Marathon Harus Minum Sebelum Haus? Tinjauan Keperawatan

Saya adalah seorang mahasiswa ilmu keperawatan uin jakarta yang sedang menuntut ilmu dan mengerjakan tugas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Abdy Tanu Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Olahraga lari jarak jauh seperti fun run dan marathon saat ini semakin populer di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Namun, masih banyak peserta lomba lari yang belum memahami alasan mengapa di sepanjang rute lomba marathon lebih banyak tersedia water station dibandingkan tempat makan. Padahal, keberadaan water station memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan dan performa pelari selama mengikuti perlombaan.

Menurut American College of Sports Medicine (2021), aktivitas lari jarak jauh menyebabkan tubuh kehilangan cairan dalam jumlah besar melalui keringat, bahkan dapat mencapai 1–2 liter per jam tergantung intensitas olahraga dan kondisi lingkungan. Kehilangan cairan tersebut perlu segera digantikan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh agar pelari tetap mampu mempertahankan performa selama perlombaan berlangsung.
Menurut World Health Organization (2023), kehilangan cairan tubuh sekitar 2% dari berat badan saja sudah dapat menurunkan kemampuan fisik, meningkatkan rasa lelah, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti pusing dan kram otot. Oleh karena itu, penyediaan water station secara berkala menjadi salah satu strategi penting dalam mencegah terjadinya dehidrasi pada peserta marathon.
Selain kehilangan cairan, tubuh juga kehilangan elektrolit seperti natrium dan kalium melalui keringat selama aktivitas fisik berlangsung. Menurut Casa et al. (2022), elektrolit berperan penting dalam menjaga fungsi saraf, kontraksi otot, serta keseimbangan cairan tubuh selama olahraga ketahanan seperti marathon. Oleh karena itu, selain air putih, beberapa water station juga menyediakan minuman isotonik untuk membantu menggantikan elektrolit yang hilang selama berlari.
Lalu, mengapa makanan padat tidak disediakan sebanyak minuman selama lomba marathon?
Menurut Jeukendrup (2021), saat seseorang melakukan aktivitas fisik intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, aliran darah dalam tubuh lebih banyak difokuskan ke otot dibandingkan ke sistem pencernaan. Kondisi ini menyebabkan proses pencernaan makanan menjadi lebih lambat sehingga konsumsi makanan padat dalam jumlah banyak saat berlari dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti mual, kembung, dan nyeri perut.
Menurut Hew-Butler et al. (2023), selain berfungsi menjaga hidrasi tubuh, keberadaan water station juga bertujuan mencegah gangguan keseimbangan elektrolit seperti exercise-associated hyponatremia, yaitu kondisi penurunan kadar natrium dalam darah akibat ketidakseimbangan cairan selama aktivitas olahraga ketahanan. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, kebingungan, hingga komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
Dari sudut pandang ilmu keperawatan, edukasi mengenai pentingnya hidrasi selama aktivitas fisik sangat diperlukan, terutama bagi masyarakat yang baru mulai mengikuti kegiatan lari jarak jauh. Banyak pelari pemula yang masih menganggap minum hanya diperlukan ketika merasa haus, padahal rasa haus merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai mengalami kekurangan cairan.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022), pemenuhan kebutuhan cairan selama aktivitas fisik merupakan salah satu langkah penting dalam menjaga kondisi tubuh tetap optimal serta mencegah terjadinya gangguan kesehatan selama berolahraga. Dengan memahami fungsi water station dalam lomba marathon, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menjaga kebutuhan cairan tubuh selama berolahraga agar tetap aman dan nyaman saat mengikuti kegiatan lari jarak jauh.
