Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN FP UB Kenalkan Biopori untuk Pemupukan & Kelola Limbah

abelia ananda
Mahasiswa Fakultas Petanian Universitas Brawijaya Malang
1 Agustus 2025 13:47 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mahasiswa KKN FP UB Kenalkan Biopori untuk Pemupukan & Kelola Limbah
Mahasiswa KKN FP UB terapkan teknik biopori di Desa Sukolilo sebagai solusi pengelolaan limbah organik dan pemupukan ramah lingkungan guna mendukung SDGs 15 dan pertanian berkelanjutan.
abelia ananda
Tulisan dari abelia ananda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kegiatan Pengabdian Mahasiswa KKN FP UB 2025 Di Desa Sukolilo yang diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani, Karang Taruna, Ibu - Ibu PKK dan Masyarakat Setempat (Sumber Photo: Photo Pribadi, 15 Juli 2025).
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Pengabdian Mahasiswa KKN FP UB 2025 Di Desa Sukolilo yang diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani, Karang Taruna, Ibu - Ibu PKK dan Masyarakat Setempat (Sumber Photo: Photo Pribadi, 15 Juli 2025).

Program kerja KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya libatkan karang taruna, Gapoktan, ibu-ibu PKK, dan kepala dusun dalam praktik biopori di Wisata Gentong Mas, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

ADVERTISEMENT
Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menginisiasi kegiatan pengaplikasian pupuk menggunakan teknik biopori di Desa Sukolilo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 15 Juli 2025, berlokasi di kawasan Wisata Gentong Mas, yang berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pertanian ramah lingkungan dan pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat desa, seperti karang taruna, gabungan kelompok tani (Gapoktan), ibu-ibu PKK, dan warga setempat. Masyarakat ikut terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, diskusi, hingga praktik langsung di lapangan. Kerja sama lintas kelompok ini menjadi modal sosial penting dalam mewujudkan desa yang peduli terhadap lingkungan dan produktivitas lahan secara organik.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa biopori merupakan lubang resapan vertikal yang berfungsi untuk meningkatkan daya serap air tanah sekaligus menjadi tempat pengomposan alami. Lubang biopori yang dibuat memiliki kedalaman sekitar 50 cm, cukup ideal untuk menampung sampah organik rumah tangga dan mendukung proses dekomposisi. Setelah lubang selesai dibuat, masyarakat diajak mengisinya dengan limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering, kemudian ditambahkan pupuk kompos organik serta larutan ecoenzym. Ecoenzym ini digunakan sebagai bakteri tambahan untuk mempercepat penguraian bahan organik di dalam tanah. Selain berdampak langsung pada peningkatan kualitas tanah, teknik ini juga bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga yang biasanya hanya dibuang begitu saja. Penggunaan bahan alami dan mikroorganisme lokal juga menjadikan metode ini lebih hemat biaya serta ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.
ADVERTISEMENT
Kegiatan dimulai dengan sesi edukasi di area terbuka Wisata Gentong Mas, yang sekaligus menjadi tempat praktik lapangan. Dalam suasana yang santai namun antusias, mahasiswa dan warga saling bertukar pengetahuan mengenai manfaat biopori, kompos, serta peran ecoenzym dalam mempercepat dekomposisi. Peserta terlihat semangat menggali, mengisi, dan mencatat setiap langkah dari proses yang diajarkan. Bahkan beberapa warga menyatakan minat untuk membuat biopori secara mandiri di rumah dan kebun mereka.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Sukolilo memperoleh pengetahuan baru yang aplikatif dan berkelanjutan. Mahasiswa KKN berharap bahwa inisiatif ini dapat menjadi langkah awal untuk membentuk kebiasaan baru dalam mengelola limbah rumah tangga secara bijak, sekaligus memperbaiki kualitas tanah demi mendukung ketahanan pangan lokal.
ADVERTISEMENT
Program ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip pertanian organik dan konservasi tanah yang saat ini mulai dikembangkan di berbagai daerah. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara mahasiswa dan warga, kegiatan ini berhasil menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti pembuatan biopori.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, program ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) 15, yang menekankan pentingnya pengelolaan lahan secara lestari, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pemulihan degradasi tanah. Melalui penerapan teknik biopori, masyarakat Desa Sukolilo didorong untuk menerapkan solusi berbasis alam dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, selain menghasilkan manfaat bagi lingkungan, kegiatan ini juga mendorong perwujudan desa yang hijau, sehat, dan mandiri secara ek
ADVERTISEMENT