Pencarian populer
USER STORY
30 September 2017 11:30 WIB
0
0
Berurai Air Mata dan Keringat, Hanna Keraf Sejahterakan Wanita NTT Lewat Du 'Anyam



Seorang ibu bernama Maria, sedang mengandung anaknya yang ke-7. Ia bercerita, di kehamilannya yang ke 6 banyak sekali permasalahan yang ia hadapi. Jarak rumahnya ke rumah sakit sejauh 10 km. Karena jauh, selama 9 bulan ia dan suami tidak pernah memeriksakan kandungan ke rumah sakit.

Kemudian mereka memilih untuk melahirkan di desa dibantu dukun setempat, karena dapat dibayar dengan sistem barter. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki kekayaan dalam bentuk uang fisik. Ketika Maria mengalami pendarahan tengah malam, ia di tandu. Gagal melahirkan di tengah jalan, anaknya meninggal dan Maria tetap ditandu sampai ke puskemas.
Kejadian inilah yang kemudian menggerakkan hati Hanna Keraf, founder dari Du' Anyam. Meski telah menempuh pendidikan di Jepang, ia menyadari bahwa kesempatan tidak hanya berada di luar negeri saja, tapi juga dalam negeri. NTT yang terkenal dengan bahan daun lontarnya, menjadi motivasi bagi Hanna untuk memajukan dan menyejahterakan kehidupan para wanita di Flores, melalui karya tangan anyaman.
"Hal seperti Maria biasa terjadi pada para wanita di Flores. Pemerintah sebenarnya sudah baik sekali untuk menggratiskan pelayanannya, tapi masalah sebenarnya ada pada jarak yang jauh dan menbutuhkan biaya transportasi. Sedangkan disana sulit sekali mendapatkan uang tunai," kenangnya pada saat menghadiri talkshow bertajuk Young and Innovative yang diselenggarakan Kumparan.com.
Hanna kemudian mendirikan sebuah label bertaraf internasional berbahan dasar anyam bernama Du' Anyam, yang bermakna sekumpulan ibu-ibu yang menganyam. Hasil anyaman para pengrajin wanita ini kemudian dipasarkan tidak hanya di Indonesia saja, namun juga keluar negeri.
Meski berurai air mata dan keringat, Hanna memulainya dari bawah dan hingga kini ia terbilang sukses mencapai impiannya tersebut. Tantangan yang dihadapi sangat beragam mulai dari kualitas produk sendiri yang memang produksinya tidak mudah, hingga kompetitor.
Bagaimana Du 'Anyam menyikapinya? Berikut beberapa tips dari Hanna Keraf yang dirangkum secara ekslusif.
1. Melakukan market research dan mengetahui positioning perusahaan
"Kita perlu melihat posisi kita sebagai perusahaan, jangan sampai tidak memberikan kontribusi untuk sekitar. Kami berusaha mengisi gap di industri handicraft, kita cari tau dengan market research, gimana bisa masuk ke pasar yang belum dijamah."
2. Kompetitor bukan lawan, tapi kolaborator. "Jadi bisa branding sama-sama. Misal, produknya sama tapi daerahnya berbeda, atau spesifikasi barangnya juga berbeda, dan intinya karena segmentasi yang dimiliki sama. well, its a lonely world if we not have them."
3. Menjaga kualitas produk
"Awal tahun ini kami berhasil membangun rumah anyam di Flores Timur. Semua pengerjaan produksi dilakukan di satu tempat, lalu didistribusi ke 16 daerah lain. ada quality controlnya juga, dilakukan oleh para karyawan full time Du 'Anyam. Finalnya, ada pengecekan terakhir di Jakarta sebelum dipasarkan."
4. Penghargaan untuk para pengrajin
"Produk kami di grading tingkat A B C. Kalau pengrajin bisa meningkatkan kualitas produknya ke tingkat yang lebih tinggi, akan kami beri penghargaan dengan memberikan fee dan juga ekstra bonus. Selain itu, kami juga berkerjasama dengan pemerintah untuk melaksanakan program-program kesejahteraan penduduk NTT."
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: