Opini & Cerita15 September 2020 16:02

Crown Shyness, Belajar Social Distancing dari Pepohonan

Konten kiriman user
Crown Shyness, Belajar Social Distancing dari Pepohonan (4309)
Wikimedia Commons
Margaret Lowman, seorang pakar kanopi hutan mendapati puncak pohon di Panama berbeda dengan yang biasanya ia lihat selama ini. Di sana, puncak pohon tertinggi yang berfungsi sebagai kanopi hutan tidak saling berhimpitan, seperti menjaga jarak antara mahkota satu dengan lainnya. Saat melihatnya dari bawah, kanopi hutan tersebut tampak seperti beberapa dataran hijau yang dipisahkan aliran sungai.
ADVERTISEMENT
Fenomena yang saat itu dilihat Lowman, selanjutnya disebut sebagai crown shyness atau celah yang dipertahankan oleh cabang-cabang pohon paling atas. Terkadang, hal ini menciptakan pola geometris yang memukau dan tampak bercahaya di langit.
Crown shyness pertama kali muncul dalam tulisan ilmiah pada 1920-an. Kini telah dipelajari juga dan diamati di hutan-hutan seluruh dunia, sebagian besar terjadi pada pohon dari spesies yang sama: pinus lodgepole di British Columbia, kayu putih Australia, kamper Kalimantan dan Malaysia, cemara sitka, dan larch di Jepang.
Ada banyak teori yang menjelaskan fenomena tersebut. Namun, Lowman percaya bahwa hal itu merupakan bentuk adaptasi pohon untuk melindungi diri mereka sendiri, dan hutan secara kolektif, dari hama, penyakit, dan angin kencang serta badai. Menurutnya, crown shyness sama seperti social distancing.
Crown Shyness, Belajar Social Distancing dari Pepohonan (4310)
Wikimedia Commons
Menciptakan jarak dengan tetangga membantu meningkatkan kesehatan manusia. Maka, ini juga cara pohon menjaga kesehatannya. Beberapa ilmuwan juga berpendapat bahwa dengan Crown Shyness, memungkinkan lebih banyak sinar matahari dan sumber energi yang dapat dibagikan pada cabang pohon yang lebih rendah.
ADVERTISEMENT
Melihat fenomena unik ini bisa menginspirasi manusia untuk bekerja sama agar tetap jaga jarak demi saling menjaga kesehatan. Sehingga, jika dianalogikan dengan kasus kesehatan pada saat ini, laju pertambahan kasus covid-19 terhambat dan bahkan suatu saat nanti bisa terhenti.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white