Opini & Cerita11 September 2020 9:16

Gallaudet Eleven, 11 Pria Tunarungu yang Membantu Penjelajahan Luar Angkasa

Konten kiriman user
Gallaudet Eleven, 11 Pria Tunarungu yang Membantu Penjelajahan Luar Angkasa (167710)
Sebagian kru Gallaudet Eleven pada masa lampau | Dok. Gallaudet University
Sebelum NASA dapat mengirim manusia ke luar angkasa, agensi ini perlu lebih memahami terlebih dahulu tentang efek berkepanjangan dari penerbangan terhadap tubuh manusia. Mereka membutuhkan sekelompok manusia yang tepat untuk menerima uji coba. Dari sekian banyaknya manusia yang ada di Bumi, kelompok yang memenuhi kriteria tersebut hanyalah para tunarungu, yang terkenal dengan julukan Gallaudet Eleven.
ADVERTISEMENT
Kala itu, pada akhir 1950-an, NASA masih merupakan organisasi muda. Salah satu tantangan terbesar mereka adalah menentukan: apakah penerbangan luar angkasa yang melibatkan manusia merupakan suatu proyek yang mungkin dan realistis?
Mereka pun masih kurang memahami efek berkepanjangan penerbangan luar angkasa pada tubuh manusia. Apakah mabuk perjalanan dapat menghalangi misi luar angkasa (?) dan apakah ini akan membahayakan nyawa kru (?), mereka masih tidak tahu.
Jadi, pada akhir 1950-an, NASA dan U.S. Naval School of Aviation Medicine membentuk program penelitian bersama. Tujuannya untuk mempelajari efek terebut. Mereka merekrut 11 pria tunarungu yang berusia antara 25-48 tahun, dari Universitas Gallaudet. Berikut ialah nama mereka:
  • Harold Domich
  • Robert Greenmun
  • Barron Gulak
  • Raymond Harper
  • Jerald Jordan
  • Harry Larson
  • David Myers
  • Donald Peterson
  • Raymond Piper
  • Alvin Steele
  • John Zakutney
ADVERTISEMENT
Mengapa NASA memilih para tunarungu? Ketika perut teraduk-aduk dalam penerbangan luar angkasa, rata-rata tubuh manusia normal tidak dapat menahan dampak goncangannya. NASA membutuhkan orang-orang yang kebal terhadap mabuk perjalanan.
Dalam lingkungan tanpa bobot, kebanyakan orang pun cenderung akan jatuh sakit, karena organ keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam tidak bisa lagi menerima tekanan dari gravitasi. Tekanan ini berupa isyarat, yang memungkinkan kita mendeteksi arah naik dan arah turun. Ketika isyarat sensorik vital ini terganggu, otak mengalami disorientasi, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman dan dorongan untuk muntah. Kondisi yang persis dirasakan oleh penumpang di kapal laut.
Kondisi tersebut tidak berlaku bagi Gallaudet Eleven. Dari sebelas pria yang dipilih, 10 di antaranya menjadi tuli karena meningitis pada masa kanak-kanak. Infeksi virus ini biasanya menyerang sumsum tulang belakang serta otak, dan dapat dengan cepat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti ke telinga bagian dalam (merusak koklea dan menyebabkan gangguan pendengaran permanen).
ADVERTISEMENT
Kerusakan pada sistem vestibular (rongga yang ada di tengah-tengah labirin telinga), itulah yang membuat Gallaudet Eleven kebal terhadap mabuk di perjalanan. Mereka menjadi satu-satunya kandidat yang tepat untuk eksperimen luar angkasa.
Dari 1958 hingga 1968, 11 pria itu berpartisipasi dalam berbagai eksperimen tanpa bobot. Mereka berhasil memberikan informasi baru, membantu para ilmuwan NASA dalam lebih memahami tentang bagaimana tubuh manusia merespons lingkungan gravitasi di luar Bumi.
Gallaudet Eleven, 11 Pria Tunarungu yang Membantu Penjelajahan Luar Angkasa (167711)
Sebagian kru Gallaudet Eleven pada masa kini | Dok. Gallaudet University
Ada satu pengalaman lucu dalam penelitian selama satu dekade itu. Saat beberapa orang dari Gallaudet Eleven dikirim ke Nova Scotia, Kanada, untuk menaiki kapal mengarungi perairan Atlantik yang bergelombang. Mereka yang tunarungu tidak merasakan apa-apa dalam uji coba ini, asyik saja menghabiskan waktu dengan bermain kartu dan bersenda gurau. Sedangkan para peneliti justru diliputi oleh kepayahan mabuk laut. Saking beratnya perjalanan bagi para peneliti, yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap kru Gallaudet Eleven, eksperimen ini akhirnya harus dibatalkan.
ADVERTISEMENT
Referensi:
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white