kumparan
KONTEN PENGGUNA
16 Januari 2020 17:24

Kawah yang Menjadi Jawaban Peristiwa Spiritual Ribuan Tahun Silam

sirente-crater-1.JPG
Foto: kawah sirente
Umat Nasrani pernah merasakan kehidupan yang begitu menderita saat Kekaisaran Romawi berkuasa. Di bawah kekuasaan Romawi, banyak Umat Kristen yang ditangkap, disiksa, dibiarkan kelaparan, hingga dibunuh. Rumah-rumah mereka juga dihancurkan dan kitab sucinya terbakar.
ADVERTISEMENT
Situasi berubah drastis saat ada pergantian kepemimpinan di Kekaisaran Romawi. Naiknya Kaisar Konstantin menghentikan segala perlakukan kejam kepada Umat Nasrani. Tak seperti pendahulunya, Kaisar Konstantin bertindak manusiawi kepada Umat Nasrani.
Beberapa kebijakan Kaisar Konstantin yang mencerminkan kemanusiaannya kepada Umat Nasrani di antaranya dengan membangun rumah ibadah dan hak istimewa kepada para pemuka agama. Tak hanya itu, ia bahkan mengembalikan properti Umat Nasrani yang disita oleh penguasan Romawi sebelumnya.
Dari mana asalnya sikap Kaisar Konstantin yang demikian? Selama berabad-abad, para teolog dan sejarawan telah membahas soal perpindahan agama Kaisar Konstantin ke Nasrani. Namun, ada beragam pendapat mengenai penyebab perpindahan agama itu terjadi.
Ada yang berpendapat ibu Kaisar Konstantinus mengenalkan Agama Nasrani kepada sang anak sejak usia dini. Meski demikian, salah satu teori yang banyak dipercaya sejarawan adalah adanya peristiwa spiritual yang dialami Kaisar Konstantinus pada tahun 312.
ADVERTISEMENT
Dikisahkan, pada tahun 312 itu terjadi pertempuran di Jembatan Milvian, Roma. Sebelum bertempur, Kaisar Konstantin dan pasukannya melihat ada tanda salib yang bercahaya di langit hingga membuat mereka takjub dan akhirnya merasa Kristus telah membantunya memenangi pertempuran.
Kini, ribuan tahun setelah peristiwa itu, ahli geologi punya pendapat mengenai apa yang sebenarnya dialami oleh Kaisar Konstantinus. Diyakini, hal yang dilihat Kaisar Konstantinus di langit sebenarnya adalah tabrakan meteorit dan bekasnya yang berupa kawah pun masih ada hingga saat ini.
Kawah itu bernama Kawah Sirente. Berdasarkan pengamatan radiokarbon, diketahui bahwa pembentukan kawah terjadi pada masa yang hampir bersamaan dengan Konstantinus. Saat jatuh, meteorit terlebih dahulu menyala di langit dengan wujud bola api besar hingga kemudian menghantam bumi dengan kekuatan besar yang mengakibatkan terbentuknya kawah.
ADVERTISEMENT
Teori itu juga diperkuat penelitian lain yang menemukan bahwa Kaisar Konstantinus dan pasukannya berkemah hanya seratus kilometer dari lokasi tabrakan meteorit sehingga mereka bisa melihatnya dengan jelas.
Sumber: theguardian.com| amusingplanet.com
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan