News
·
17 Juni 2020 6:04

Ketindihan Dalam 5 Fakta Sains

Konten ini diproduksi oleh Absal Bachtiar
Ketindihan Dalam 5 Fakta Sains (14073)
Ilustrasi: Flickr/Cdd20
Sleep Paralysis, yang sering kali dikaitkan dengan ihwal mistis, memang bukanlah kejadian menyenangkan. Sekalipun kita sudah tahu bahwa bukan hantu yang menyebabkan kita sulit bernapas, fenomena ini masih saja menyebalkan untuk dialami.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa sih sebetulnya ketindihan itu?
  1. Saat kamu tidur dan memasuki fase REM (Rapid Eye Movement sleep), otak menginstruksikan tubuh untuk rileks dan lumpuh sementara. Kamu seharusnya sedang nyenyak, namun "sesuatu" hal membuatmu terbangun tiba-tiba. Hasilnya, ketindihan alias sleep paralysis pun terjadi.
  2. Episode menyeramkan ini dapat berlangsung selama 30 detik atau beberapa menit. Mata kamu terbuka, terjaga, namun tak dapat bergerak. Bagi beberapa orang, ketindihan biasanya diikuti sensasi sesak napas dengan tekanan pada area dada. Hal ini terjadi karena tubuh kamu sebenarnya belum siap untuk bangun.
  3. Selain merasakan sesak napas, sebagian orang yang mengalami sleep paralysis juga menerima halusinasi berupa bayangan sosok aneh dan misterius. Jangan takut ya, halusinasi ini adalah bagian dari mimpimu yang belum usai. Sebab mata kita telanjur terbuka, tiba-tiba panik, dan terkadang gelisah secara ekstrem, sosok bawaan dari mimpi itu pun jadi terasa sangat nyata.
  4. Ketindihan bukanlah gejala dari suatu penyakit. Fenomena ini juga tidak ada hubungannya hemiplegia. Tentu saja, sensai lumpuh yang dirasakan saat ketindihan hanya sementara, jauh berbeda dengan melemahnya tangan, kaki, dan lumpuhnya badan pada satu sisi tubuh (mati separuh) pada penderita hemiplegia.
  5. Ketindihan umumnya terjadi pada mereka yang sudah memasuki usia dewasa. Namun, kamu yang sedang menderita stres, tengah mengidap gangguan kesehatan mental, dan sering mengalami gangguan tidur, biasanya akan lebih sering mengalaminya daripada orang normal.
ADVERTISEMENT
Sebaiknya hati-hati, bila sudah terlalu sering ketindihan, terutama bila telah menjadi fenomena yang rutin dialami (misal: seminggu sekali atau sebulan dua kali). Berkonsultasilah dengan dokter, bila mungkin ada kejanggalan yang mengganggu tidurmu. Pun jangan ragu mendatangi psikiater, karena mungkin kamu sedang mengalami stres berat tanpa disadari.
Bagaimanapun, tetaplah tenang setelah mengalami ketindihan. Faktanya, tidak ada orang yang meninggal saat mengalami sleep paralysis. Jadi, kamu bisa melanjutkan istirahatmu dengan nyenyak.