Memadamkan Kebakaran Sumur Minyak dengan Ledakan Nuklir

Pencinta Cerita dan Asal-usul Kata
Tulisan dari Absal Bachtiar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Metode tak lazim nan efektif ini dilakukan oleh Uni Soviet sejak tahun 1966.

Setelah Perang Dunia Kedua usai, Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai mengalihkan fungsi nuklir untuk tujuan lebih produktif. Pada 1960-an, Amerika Serikat mulai memanfaatkan nuklir untuk menggali gunung berbatu, menciptakan pelabuhan di Alaska, dan proyek-proyek lain yang membutuhkan ledakan besar. Sementara Uni Soviet, juga mulai menjalankan program Nuclear Explosions for the National Economy.
Pada kenyataannya, Uni Soviet memang mendapat banyak keuntungan ekonomi dari alih fungsi nuklir. Mereka dapat menggali tanah lebih dalam untuk menyimpan cadangan minyak, menciptakan gua-gua luas di bawah tanah untuk menyimpan gas alam, menggali saluran, membangun bendungan, dan menghancurkan bijih di pertambangan.
Tetapi, salah satu prestasi paling memukau dari alih fungsi nuklir Uni Soviet ialah saat mereka berhasil memadamkan kebakaran sumur minyak pada 1966. Kala itu, sejak 1963, ladang gas di Urtabulak (sekarang masuk wilayah Uzbekistan) mengalami kebakaran dari kedalaman 2,4 kilometer. Selama tiga tahun api terus berkobar besar dan tak mampu dipadamkan oleh metode konvensional.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian lebih dari 12 juta meter kubik gas alam per hari, suatu hal yang tak dapat dibiarkan lebih lama oleh pemerintah Uni Soviet. Mereka pun meminta bantuan kepada para ahli geologi, fisikawan, dan ilmuwan nuklir untuk memadamkan api.
Setelah dikalkulasi, ledakan yang diperlukan untuk menyumbat sumber kebakaran sumur minyak ialah 30 kiloton --sekitar dua kali kekuatan bom nuklir yang menghancurkan Hirosima di Jepang.
Maka, pada musim gugur 1966, lubang baru dibor secara miring agar nuklir dapat berada sedekat mungkin (sekitar 35 meter) dari sumur minyak. Lalu, nuklir itu disimpan pada kedalaman 1.400 meter; diledakkan setelah lubang ditutupi oleh semen agar ledakan tidak meletus ke permukaan.
Semen terbukti mampu menutupi ledakan, tetapi tidak menahan getaran. Surat kabar Pravda Vostoka pada saat itu mendeskripsikan bahwa tanah berguncang hebat dengan kekuatan getaran yang belum pernah terjadi di Urtabulak sebelumnya. Sedangkan kobaran api, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, akhirnya padam. Hanya butuh waktu 23 detik bagi nuklir untuk menghentikan kebakaran sumur minyak.
Prestasi Uni Soviet dalam menghentikan kebocoran gas dan memadamkan kebakaran sumur minyak terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Mereka melakukannya di Pamuk, di Mayskii pada Mei 1972, sampai 1981 di Kumzhinskiy. Hingga akhirnya, segala jenis uji coba nuklir dihentikan oleh Uni Soviet pada 1989.
Sumber: The New York Times | Pravda Vostoka
