kumparan
News1 April 2020 20:36

Menguak Mitos 'Belum Lima Detik' dalam Makanan

Konten kiriman user
accident-1845988_1920.jpg
Gambar: oleh Pexels dari Pixabay
Kemukingkin kamu pernah secara tidak sengaja menjatuhkan makanan ke lantai, lalu dengan cepat mengambilnya, dan melahapnya seakan tak terjadi apa-apa. Alasannya: belum lima detik, kok. Bahkan, mungkin kamu juga pernah sedikit meniup kudapan tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada kotoran yang menempel, kemudian dengan tenang memakannya.
ADVERTISEMENT
Pada saat itu kamu pasti berpikir bahwa: tidak mungkin bakteri akan menempel ke makanan yang jatuh sebelum lima detik. Bagaimanapun, pemikiran seperti ini sangat keliru.

Keyakinan Keliru

Dari mana sih kelatahan massal mengambil makanan sebelum lima detik bermula? Kabarnya, Genghis Khan yang kali pertama memulainya dan memberlakukan sebagai peraturan pada setiap jamuan makan. Keyakinannya sederhana, makanan yang jatuh ke lantai tetap saja terasa enak, tidak mengubah apa pun dan tidak peduli telah jatuh seberapa lama.
Kekeliruan itu hampir saja terhenti pada abad ke-19, ketika Louis Pasteur mengejutkan dunia ilmiah dengan penemuan mikroorganisme dalam fermentasi anggur dan susu asam. Penemuannya semestinya menyadarkan orang-orang akan mitos "belum lima detik" pada kudapan. Berdasarkan teorinya, kuman dapat berevolusi dan dapat muncul di mana saja.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, teori dan tindakan Pasteur tidak berjalan searah. Pada 1963, dalam sebuah acara masak, Pasteur salah membalikkan pancake dan terjatuh di atas kompor. Selama kurang lebih empat detik, ia melemparkannya kembali ke dalam panci. Dari sinilah orang-orang mengambil gagasan bahwa tak akan menjadi masalah jika kita mengambil makanan yang terjatuh secara cepat.

Pendar Penampar

Pada tahun 2016, Profesor Donald W. Schaffner, ahli mikrobiologi makanan di Rutgers University di New Jersey, mengumumkan hasil penelitiannya selama dua tahun mengenai konsep "lima detik" yang sangat sensasional. Dia menyimpulkan, tidak peduli seberapa cepat kamu menyelamatkan makanan yang jatuh, bakteri di lantai akan langsung menempel padanya.
Proses perpindahan memang bakteri terjadi dengan sangat instan. Tidak heran apabila Center for Disease Control (CDC) mengimbau bahwa memakan kudapan yang telah jatuh menjadi salah satu faktor yang mendatangkan penyakit ke tubuh manusia.
ADVERTISEMENT
Seberapa cepat pun makanan terjatuh yang kamu ambil, bakteri tetap akan menempel pada makanan tersebut. Meskipun yang membedakannya adalah bakteri yang menempel kemungkinan lebih sedikit, namun itu bukan berarti makanan yang jatuh dapat lolos dari kontaminasi.
Terkecuali untuk kudapan yang bisa dicuci bersih setelah terjatuh, seperti jeruk yang belum dikupas, atau manggis yang belum dibelah, kamu tak perlu khawatir melahapnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan