News
·
30 September 2020 17:09

1.000 Pelajar Aceh Terima Kuota Internet Gratis

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
1.000 Pelajar Aceh Terima Kuota Internet Gratis (20149)
Penyerahan bantuan sarana belajar siswa kuota internet untuk 1.000 siswa di Dinas Pendidikan Aceh. Foto: Dok. Disdik Aceh
Sebanyak 1.000 siswa Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) di Aceh menerima bantuan kouta internet gratis dari Penerbit Erlangga. Mereka adalah para pelajar dari keluarga kurang mampu untuk digunakan sebagai kebutuhan kuota internet pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Prosesi penyerahan bantuan sarana belajar kuota internet untuk 1.000 pelajar Aceh dari Penerbit Erlangga berlangsung pada Senin (28/9/2020), bertempat di Oproom Dinas Pendidikan Aceh, Banda Aceh.
Penyerahan kuota internet secara simbolis dilakukan Kepala Cabang Penerbit Erlangga Wilayah Aceh, Armianto, kepada Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD, disaksikan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, dan Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Fariyal, serta Kepala SMA/SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri HD mengapresiasi atas bantuan sarana belajar yang diberikan pihak Penerbit Erlangga. Sebab di masa pandemi COVID-19, untuk memungkinkan proses belajar-mengajar tetap berlangsung.
1.000 Pelajar Aceh Terima Kuota Internet Gratis (20150)
Prosesi penyerahan bantuan sarana belajar siswa kuota internet untuk 1.000 pelajar yang berada di bawah Dinas Pendidikan Aceh. Foto: Dok. Disdik Aceh
"Pendidikan perlu kepedulian semua pihak. Karena pendidikan milik kita bersama-sama. Yang perlu kita pahami bersama sebagaimana arahan Bapak Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, yang bahwa kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan di Aceh," ujar Haji Nanda, sapaan akrab Kepala Dinas Pendidikan Aceh itu.
ADVERTISEMENT
Ia menyampaikan, hari ini Penerbit Erlangga menjawab kebutuhan pentingnya kuota internet bagi peserta didik, khususnya bagi yang kurang mampu di Aceh. Pihaknya meyakini akan ada lembaga-lembaga lain yang mempunyai cita-cita berkontribusi seperti Penerbit Erlangga.
"Kita selalu terbuka untuk kemajuan pendidikan anak-anak kita di Aceh, tetap melaksanakan pembelajaran dalam kondisi apapun, meskipun harus dilaksanakan secara jarak jauh," katanya.
Di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, Kadisdik Aceh mengajak semua elemen di dunia pendidikan untuk patuh kepada protokol kesehatan dan taan kepada Prosedur Operasional Standar (POS) Pendidikan.
Menurutnya, subsidi kuota internet gratis ini bertujuan membantu meringankan beban orang tua dan siswa saat belajar jarak jauh di rumah. Ia memastikan kuota internet ini akan sampai kepada yang berhak menerimanya.
ADVERTISEMENT
"Program kuota internet gratis ini untuk menyukseskan kegiatan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19," ujar Rachmat.
1.000 Pelajar Aceh Terima Kuota Internet Gratis (20151)
Prosesi penyerahan bantuan sarana belajar siswa kuota internet untuk 1.000 pelajar yang berada di bawah Dinas Pendidikan Aceh. Foto: Dok. Disdik Aceh
Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, menambahkan bahwa kuota internet menjadi kebutuhan bagi peserta didik di masa pandemi COVID-19.
"Kita harus memahami kondisi di masa [andemi COVID-19 ini, pembelajaran harus tetap berlangsung meskipun secara jarak jauh. Tentunya membutuhkan kuota internet, baik peserta didik, maupun guru," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Penerbit Erlangga Wilayah Aceh, Armianto, mengatakan bantuan sarana belajar berupa kuota internet diberikan pihaknya dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Kita terus mengupayakan ke depan untuk adanya penambahan kuota internet bagi peserta didik, khususnya di Provinsi Aceh," ujarnya.
Ia menambahkan, di masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), pihaknya mengaku sudah menerbitkan buku digital (eBook Erlangga) yang dapat diperoleh melalui aplikasi Google Play Store.
ADVERTISEMENT
"Jadi ada juga yang dapat diperoleh secara gratis. Tujuannya agar peserta didik dan guru tetap dapat melaksanakan proses belajar mengajar," kata Armianto.[]