kumparan
8 Okt 2019 12:27 WIB

4 Tahun Dilalui Siswa di Pidie, Aceh, Jembatan Rusak Itu Diperbaiki

Alas jembatan sudah dibongkar untuk diperbaiki, Selasa (8/10/2019). Foto: Jawahir untuk acehkini
Jembatan gantung kayu sepanjang 40 meter dengan kondisi rusak parah di Gampong Keutapang Aree, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Aceh, akhirnya diperbaiki. Pekerja mulai membongkar kayu lapuk yang selama ini menjadi lantai jembatan, pada Senin (7/10).
ADVERTISEMENT
Keuchik (kepala desa) Gampong Keutapang Aree, Jawahir, mengatakan pekerja mulai melakukan perbaikan jembatan pada Senin kemarin. Sebelum itu, dua pekan lalu Jawahir diperintahkan oleh Camat Delima untuk mengukur panjang dan lebar jembatan.
"Terima kasih untuk semua pihak yang turut membantu sehingga jembatan ini telah diperbaiki, terutama kepada Wakil Bupati Pidie dan media yang telah memberitakan," kata Jawahir kepada acehkini, Selasa (8/10).
Kondisi jembatan rusak saat dilalui siswa, pada Sabtu (14/9/2019). Foto: Jawahir untuk acehkini
Jembatan tersebut sebelumnya ramai diberitakan pada awal September 2019. Ketika itu kondisi jembatan rusak parah dengan kayu lapuk, tetapi masih digunakan oleh siswa-siswa untuk menyeberang sungai saat pergi ke sekolah. Jembatan diketahui mulai rusak sejak 2015 akibat banjir.
Pembongkaran lantai tersebut menjadi tahap awal perbaikan jembatan. Perbaikan jembatan ini telah diusulkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) Pidie Tahun 2019.
ADVERTISEMENT
Berselang sehari sejak diberitakan, Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud mengunjungi ke lokasi jembatan itu. Di sana, ia sempat menaiki jembatan. Fadhlullah menyebut kondisi jembatan memang sangat memprihatinkan. Ia pun kala itu mengaku akan segera memperbaikinya.
Pembangunan jembatan tersebut diawasi oleh Ombudsman Republik Indonesia (RI) perwakilan Aceh. Kepala Ombudsman Aceh, Taqwaddin, menyatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi ke lokasi jembatan pada Selasa (8/10) sore.
"Selasa sore, kami akan tinjau lokasi tersebut untuk memastikan apakah pelaksanaan perbaikan sudah dimulai atau belum. Tim Ombudsman RI Aceh akan investigasi ke jembatan tersebut," kata Taqwaddin kepada acehkini.
Taqwaddin menambahkan, pihaknya sesuai dengan Peraturan Ombudsman No 26 Tahun 2017, berhak mengawasi kasus-kasus pelayanan publik yang berisiko membahayakan nyawa manusia seperti jembatan rusak yang masih dipergunakan, maka Ombudsman menerapkan sistem RCO (Reaksi Cepat Ombudsman).
ADVERTISEMENT
"Sehingga untuk kasus jembatan tersebut, saat kami mendapat informasi, langsung saya komunikasi dengan Pak Fadhlullah selaku Wakil Bupati Pidie," tuturnya. []
Kondisi jembatan dalam perbaikan. Foto: Jawahir untuk acehkini
Reporter: Habil Razali
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan