Cegah PMK, Aceh Barat Dirikan Pos Check Point Hewan Ternak di Perbatasan

Konten Media Partner
15 Mei 2022 22:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cegah PMK, Aceh Barat Dirikan Pos Check Point Hewan Ternak di Perbatasan (4933)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas gabungan melakukan penyekatan angkutan pembawa hewan ternak di perbatasan Aceh Barat, Minggu (15/5). Foto: Siti Aisyah/acehkini
ADVERTISEMENT
Berbagai upaya dilakukan petugas gabungan di Kabupaten Aceh Barat untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Salah satunya dengan mendirikan tiga pos check point di perbatasan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, petugas gabungan dari Polres Aceh Barat dan TNI serta Dinas Peternakan juga mulai melakukan penyekatan angkutan pembawa hewan ternak di jalur keluar masuk Aceh Barat. Penyekatan itu diberlakukan guna mencegah penyebaran wabah PMK yang kini telah menyerang hewan ternak di sejumlah daerah.
Kabag Ops Polres Aceh Barat, Kompol Iswar, yang memimpin operasi tersebut mengatakan, meski dilengkapi dokumen resmi, hewan yang rawan tertular PMK dilarang masuk untuk saat ini.
Cegah PMK, Aceh Barat Dirikan Pos Check Point Hewan Ternak di Perbatasan (4934)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu pos check point pengawasan penyekatan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang didirikan di jalur keluar masuk Aceh Barat, Minggu (15/5). Foto: Siti Aisyah/acehkini
"Kita sudah melihat sendiri tadi, kalau ada ternak dari luar yang masuk ke Aceh Barat, kita akan kembalikan mereka ke asalnya, tidak diizinkan masuk, meski ternak itu tidak terjangkit," ujar Iswar.
Ia menyebutkan, bukan pasokan hewan ternak dari luar Aceh Barat saja yang dicegat masuk petugas, melainkan ternak lokal yang hendak dipasok ke daerah lain juga tidak diizinkan untuk sementara waktu.
ADVERTISEMENT
Iswar mengatakan, kini petugas bersiaga di tiga titik pos check point, mulai dari perbatasan Aceh Barat-Nagan Raya, Aceh Barat-Aceh Jaya, dan pos yang berada di kawasan banyak ternak.
"Kita akan mengelola ternak di dalam juga tidak boleh keluar. Meski sementara ini kita tidak menemukan ada hewan yang terinfeksi (PMK)," ujarnya.
Cegah PMK, Aceh Barat Dirikan Pos Check Point Hewan Ternak di Perbatasan (4935)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan penyekatan angkutan pembawa hewan ternak di perbatasan Aceh Barat sebagai antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Minggu (15/5). Foto: Siti Aisyah/acehkini
Menurut Iswar, meski dilarang masuknya hewan ternak pedaging ke Aceh Barat, tidak mengganggu stabilitas ketersediaan daging di pasar. Sehingga tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk melanggar aturan tersebut.
"Tidak berdampak terhadap ketersediaan daging di pasar, kita masih ada ternak lokal, jadi untuk daging masih cukup," sebutnya.
Petugas di check point, kata Iswar, akan bersiaga selama 24 jam, karena dikhawatirkan ada pihak-pihak yang nantinya sengaja memilih waktu tertentu untuk bisa membawa masuk hewan ternak ke Aceh Barat.
ADVERTISEMENT
"Pos check point tak terbatas, kalau operasi 24 jam, ternak yang keluar baik yang masuk akan diperiksa, baik segi dokumen resmi maupun kesehatannya,” ujarnya.
"Jika nantinya ditemukan adanya ternak berpenyakit, maka petugas akan segera mengevakuasi ke tempat yang aman, agar virus tak menyambar ke ternak lainnya," tutup Iswar.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020