kumparan
KONTEN PUBLISHER
14 Mei 2019 23:30

Dakwah Ramadan Banda Aceh, Jauhi Riba Bank Konvensional

IMG_1321.jpg
Prof Syahrial Abbas (tengah) menyampaikan kajian tentang riba. Foto: Humas Banda Aceh
Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar kajian rutin dakwah Ramadan, di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota, Selasa (14/5). Guru Besar Universitas Islama Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof Dr Syahrial Abbas, didampuk sebagai penceramah.
ADVERTISEMENT
Prof Syahrizal membahas tentang riba, sesuai dengan tema ceramahnya, Ekonomi Islam dan Harapan Umat. Dialog dakwah Ramadan diikuti oleh ratusan jemaah dari kalangan PNS Kota dan masyarakat umum.
“Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengelolaan simpan pinjam secara konvensional dan syariah dalam perbankan," ungkap Prof Syahrizal, mantan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh.
Menurutnya, letak perbedaan utamanya adalah pada bunga 'riba' yang tidak sesuai, yang membuat masyarakat kerap terjebak dalam proses transaksi simpan pinjam pada bank konvensional. "Ini adalah bentuk kapitalisme. Mereka meraup keuntungan sebesar-besarnya,” katanya.
IMG_1319.jpg
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin bersama Prof Syahrial. Foto: Humas Banda Aceh
“Dan keuntungan lebih itu adalah riba, dosa yang sangat besar. Hal itu tidak dibolehkan dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam, karena bertentangan dengan nilai syariat Islam," sambung Prof Syahrizal.
ADVERTISEMENT
Ia juga menjelaskan pentingnya praktik ekonomi dan keuangan yang berlandaskan syariah di hadapan para jamaah. "Dalam Islam semuanya telah diatur dalam muamalah, dan harus dijadikan sebagai dasar dalam menjalankan ekonomi lebih baik yang sesuai syariat,"
"Tidak boleh lagi mengikuti lagi praktik ribawi kalau sudah ada alternatif muamalahnya," pungkasnya. []
Reporter: Adi W
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan