News
·
20 April 2021 20:39

Doni Monardo: Tunda Mudik Tahun Ini untuk Kebaikan Bersama

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Doni Monardo: Tunda Mudik Tahun Ini untuk Kebaikan Bersama (228206)
Doni Monardo dan Nova Iriansyah (kiri) memimpin rapat koordinasi penanganan COVID-19 di Aceh. Foto: Humas Aceh
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, menegaskan larangan mudik perlu menjadi perhatian bersama, lantaran berisiko terjadinya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan COVID-19 dan Mitigasi Bencana di Aceh, Selasa 20 April 2021. Rakor yang dipimpin Doni bersama Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berlangsung di Gedung Serbaguna Setda Aceh.
Sejumlah pejabat hadir, seperti Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian; Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Achmad Marzuki; Kapolda Aceh, Irjen Wahyu Widada; unsur Forkopimda Aceh lainnya, dan para kepala dinas. Rakor juga disiarkan secara online untuk diikuti para bupati dan wali kota masing-masing daerah di Aceh.
Menurut Doni, bisa saja orang melakukan perjalanan mudik dalam kondisi sehat namun kemudian terpapar COVID-19 dalam perjalanan, sehingga sangat berpeluang untuk terus menularkan virus itu ke keluarga dan orang lain di kampung halaman.
ADVERTISEMENT
Dia meminta masyarakat menunda mudik tahun ini demi kebaikan bersama. “Jangan sampai mudik malah menjadi hal tragis karena kita membawa virus ke kampung dan kehilangan orang yang kita sayangi,” ujar Doni.
Selain itu, Doni juga menyayangkan di tengah tingginya angka kasus COVID-19 masih ada masyarakat di Indonesia yang bahkan tidak percaya bahwa virus itu benar-benar ada. Padahal angka penularan dan kematian telah cukup tinggi.
Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 juga mengimbau agar ceramah agama di bulan Ramadhan dapat diisi dengan materi terkait virus corona, sehingga masyarakat tercerahkan dan tidak abai menjaga protokol kesehatan.
Doni Monardo: Tunda Mudik Tahun Ini untuk Kebaikan Bersama (228207)
Doni Monardo (kiri) dijemput Kepala BPBA, saat tiba di bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Foto: Humas BPBA
Sementara itu Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan, Pemerintah Aceh saat ini masih fokus pada berbagai langkah penanggulangan dan pencegahan penularan COVID-19. Termasuk menyukseskan program vaksinasi.
ADVERTISEMENT
Selain itu juga akan menyukseskan larangan melakukan mudik menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berlaku pada 6-17 Mei 2021. “Mudik jelas-jelas kita larang bagi ASN,” ujar Gubernur.
Gubernur Nova juga menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Aceh. Memasuki awal 2021, tingkat penyebaran virus tersebut di Aceh mulai menurun. Tapi belakangan ini juga kembali menunjukkan tanda-tanda kenaikan kasus.
Untuk itu, Gubernur mengajak semua pihak untuk selalu menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan, serta mendukung suksesnya vaksinasi.

Mitigasi Bencana Berbasis Vegetasi

Di luar persoalan COVID-19, Doni Monardo menyampaikan kepada Gubernur Aceh agar dapat melahirkan qanun yang menyusun program mitigasi bencana berbasis vegetasi. Ini dinilai menjadi salah satu langkah tepat di tengah tingginya ancaman bencana alam di Aceh, mulai dari tsunami, banjir, longsor hingga badai.
ADVERTISEMENT
Doni menyebutkan beberapa jenis pohon yang dapat ditanami di Aceh sebagai langkah mitigasi berbasis vegetasi. Di antarannya cemara, bakau, ketapang, beringin, hingga pinago. “Membangun mitigasi berbasis vegetasi adalah salah satu strategi bagi Pemerintah Aceh. Kalau tidak, jika bencana ini terulang di masa depan kita akan menyesal,” ujar Doni.
Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 dan Mitigasi Bencana di Aceh itu berlangsung sekitar satu setengah jam. Selanjutnya Doni melanjutkan agenda peresmian meresmikan Rumah Sakit Lapangan, Pengembangan RS Zainoel Abidin sebagai Rumah Sakit Rujukan COVID-19. Setelah itu Doni dan rombongan dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Simeulue. []