News
·
9 April 2021 14:51

Dua Pengedar Sabu-Sabu Ditangkap di Aceh, Modus Transaksi Secara Daring

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Dua Pengedar Sabu-Sabu Ditangkap di Aceh, Modus Transaksi Secara Daring (144043)
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu di Mapolda Aceh, 15 Desember 2020. Foto: Suparta/acehkini
Kepolisian Resor Simeulue menangkap dua pengedar sabu-sabu di Desa Amaiteng Mulia, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada Rabu (7/4) pukul 04.30 WIB. Modus transaksi jual beli barang haram itu dilakukan secara daring.
ADVERTISEMENT
"Selama ini kedua tersangka menjual secara online (daring), uang ditransfer dulu ke pengedar setelah itu sabu-sabu diletakkan di suatu tempat, kemudian memfoto, nanti pembeli mengambil di tempat yang difoto itu," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Simeulue, Inspektur Polisi Satu Jh Sialagan kepada acehkini, Jumat (9/4).
Sialagan mengatakan, dua tersangka tersebut berinisial PU (28) nelayan warga Simeulue Timur dan RZ (24) mahasiswa warga Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.
Dua Pengedar Sabu-Sabu Ditangkap di Aceh, Modus Transaksi Secara Daring (144044)
Ilustrasi borgol Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Penangkapan keduanya dilakukan begitu polisi mendapat laporan masyarakat bahwa ada transaksi jual beli sabu-sabu. Polisi lantas menyelidiki kabar itu dengan mengendap dan menggeledah lokasi titik transaksi. Di sana, polisi menangkap PU. Dia tidak melawan ketika dibekuk polisi.
ADVERTISEMENT
"Dari PU didapat 17 paket sabu-sabu dibungkus plastik bening seberat 5,28 gram, turut diamankan alat isap sabu-sabu, satu timbangan digital, dan dua telepon seluler yang diduga digunakan untuk transaksi barang haram itu," ujar Sialagan.
PU mengaku memperoleh sabu-sabu dari RZ. Tidak berselang lama, polisi juga menangkap RZ. "RZ dan PU mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dari temannya berinisial DF asal Nagan Raya," tuturnya. Polisi akan mengembangkan perkara ini.