Foto: Kisah Pengusaha Konveksi yang Bertahan Kala Pandemi
·waktu baca 1 menit

Sudah 11 tahun Fitriani melakoni usaha konveksi di Banda Aceh. Fokusnya menjahit isian kamar, mulai bedcover, selimut, dan bantal. Kesulitan dirasakan kala pandemi COVID-19, tapi dia terus bertahan.
Virus Corona yang mewabah di Aceh dan Indonesia sejak Maret 2020, berdampak pada usahanya. Selain masalah pada penjualan, Fitriani dengan terpaksa mengurangi jumlah karyawan, dari 25 menjadi 15 orang saja.
Pandemi juga yang membuat Fitriani harus memasarkan produk secara online. Sebelumnya, dia hanya menjual secara grosir pada pelanggan yang datang ke tokonya. “Sekarang baru saya pasarkan hanya via istagram. Lewat aplikasi ini saya balajar cara menjual online, pemesannya ada saja tiap hari,” katanya kepada acehkini, Fitriani, Sabtu (28/8/2021).
Dia mengaku, selain dari dalam negeri ada juga pembeli dari negeri jiran, Malaysia yang memesan via istagramnya.
Menurutnya, dengan 15 pekerja yang ada, usahaya mampu memproduksi 100 lembar produk campuran. “Harga jual kita, yang termurah Rp 50 ribu untuk bantal, dan ada yang 1 juta untuk bedcover,” jelas Fitriani. []
