Pencarian populer
PUBLISHER STORY
24 Mei 2019 23:51 WIB
1
0

Gebyar Ramadan Cahaya Aceh, Belajar Gratis Dapat Santunan

Berbuka bersama warga dan anak yatim. Foto: Yayasan Cahaya Aceh

Yayasan Cahaya Aceh bersama Kafalah Indonesia dan NGO Turki Hasene memberikan santunan kepada ratusan yatim yang dipusatkan di Balai Cahaya Aceh, Desa Lambada Lhok Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, Sabtu (25/5).

Adapun para yatim yang diundang terdiri dari 3 kecamatan yaitu Mesjid Raya, Baitussalam dan Darussalam. Masing masing anak mendapat Rp 100 ribu. Sebelumnya, lembaga tersebut turut membagikan sembako gratis bagi warga kurang mampu.

Kegiatan pemberian santunan juga digelar dengan buka puasa bersama ratusan warga dan anak yatim. “Alhamdulillah Qatar Charity masih mempercayakan kita menjadi mitranya dalam membantu buka puasa,” ujar Azwir Nazar, Pendiri dan Ketua Pembina Cahaya Aceh.

Ratusan warga dan anak yatim berbuka bersama Cahaya Aceh.

Menurut Azwir, kegiatan tersebut rutin dengan menggandeng teman dari berbagai daerah dan negara untuk patungan menyantuni yatim. “Responnya luar biasa, baru 2 hari kita buka langsung ditutup, karena antusiasme para donatur untuk ikut andil. Karena tempat terbatas maka kita hanya sanggup menampung 500-600 peserta saja” ujarnya.

Belajar Gratis

Buka puasa dan santunan yatim merupakan rangkaian dari gebyar Ramadan 1440 H yang diselenggarakan oleh Yayasan Cahaya Aceh secara gratis kepada anak anak kurang mampu di sekitar Aceh Besar dan Banda Aceh.

Tiap pagi mulai jam 08.00-12.00 anak-anak datang untuk mengaji dan menghafal Quran selama Ramadan. Mereka dibimbing oleh para guru yang terdiri dari anak-anak muda dari berbagai daerah dan kampus yang menjadi relawan di Cahaya Aceh.

Anak-anak diajarkan tahfizd.

Selain tahfidz, anak-anak juga diberi kesempatan untuk melatih bakat minatnya seperti pidato, drama, tilawah, shalawat, maupun olah raga seperti tenis meja dan lain lain. Termasuk bahasa Arab, Inggris dan Turki.

Ustadzah Ria, salah satu guru di Cahaya Aceh mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut andil dalam mensukseskan program Ramadan Cahaya Aceh. Selain belajar, anak-anak juga diberi edukasi seperti kesehatan dan kreativitas lain.

Para peserta juga diberikan hadiah berupa peci dan jilbab sebagai motivasi untuk terus belajar dan bangkit untuk berprestasi. “Alhamdulillah senang melihat anak anak kurang mampu dan yatim ini bisa belajar dengan gratis” sebut mahasiswi UIN Ar Raniry tersebut.

Belajar tahfidz di kantor Yayasan Cahaya Aceh.

Gebyar Ramadan Cahaya Aceh akan ditutup dengan kelas memanah yang akan berlangsung pada Minggu terakhir program tahfidz. Anak-anak akan dikenalkan dengan tehnik dan dasar memanah untuk melatih ketangkasan dan menggalakkan olah raga sesuai sunah Nabi Muhammad SAW.

Cahaya Aceh secara konsisten dan setahun ini full melakukan kegiatan di Balai yang diberi nama Balai Edukasi dan Taman Baca. Selain anak anak umur 5-15 yang belajar gratis sesuai kelas peminatan yang disukai seperti taekwondo, menari, melukis, bahasa asing, juga tersedia kelas pengajian untuk kaum ibu pada Kamis siang dan kelas tafsir untuk kaum bapak tiap malam Selasa. []

Reporter: Adi W

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.33