IDI Aceh Diminta Tingkatkan Kualitas Dokter Dalam Pelayanan Kesehatan

Konten Media Partner
7 November 2021 10:18
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pelantikan pengurus IDI Aceh. Foto: Humas Aceh
zoom-in-whitePerbesar
Pelantikan pengurus IDI Aceh. Foto: Humas Aceh
ADVERTISEMENT
Pemerintah Aceh mengharapkan agar pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh mampu mendorong dokter di Aceh untuk terus menerus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.
ADVERTISEMENT
“Kita ketahui bersama, sektor kesehatan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh sejak 15 tahun belakangan ini,” kata M Jafar, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh mewakili Gubernur Aceh dalam acara pelantikan pengurus IDI wilayah Aceh 2021-2024, di Hermes Palace Hotel, Sabtu, (6/11/2021).
Menurut Jafar, kesehatan merupakan komponen penting dalam pembangunan. Pembangunan sulit dilakukan jika prekuensi gangguan kesehatan masih tinggi dalam masyarakat. “Pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 menjadi bukti betapa pentingnya isu kesehatan sebagai basis pembangunan bangsa. Selama Corona masih menjadi pandemi, maka sektor lain pasti akan terusik. Bagaimana anjloknya ekonomi Indonesia saat pandemi menerjang tahun lalu,” ujarnya.
Jafar menambahkan, untuk memperkuat sektor kesehatan di Aceh, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan dari organisasi kesehatan sangatlah dibutuhkan, terutama dari IDI yang merupakan wadah bagi organisasi profesi para dokter di Indonesia yang bersifat nasional dan independen.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Jafar menyebutkan, program ‘Aceh Seujahtra’ yang digagas Pemerintah Aceh mengandung tiga elemen penting, yaitu, pemerataan layanan kesehatan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan memberikan layanan kesehatan yang adil kepada semua masyarakat. “Oleh sebab itulah, dalam hal ini komitmen para dokter sangat dibutuhkan untuk merawat dengan cara menyehatkan dan memberdayakan,” kata Jafar.
dr Muhammad Jailani, salah seorang ahli bedah plastik di Aceh menjalani vaksinasi COVID-19. Foto: Suparta/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
dr Muhammad Jailani, salah seorang ahli bedah plastik di Aceh menjalani vaksinasi COVID-19. Foto: Suparta/acehkini

Tugas Berat Tuntaskan Vaksinasi

Sementara itu, dr. Safrizal Rahman yang kembali terpilih sebagai Ketua IDI Aceh periode 2021-2024 mengatakan, pandemi COVID-19 yang masih melanda negeri menjadi tantangan berat bagi dokter di Indonesia, tak terkecuali di provinsi Aceh dalam memberikan pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu, ia mengapresiasi kontribusi dokter yang tiada henti menjadi garda depan.
Safrizal mengatakan, kepengurusan IDI Aceh memiliki dua tantangan berat. Pertama adalah tantangan internal. Menurutnya organisasi IDI perlu terus melakukan pengembangan dan mengikuti tren teknologi masa kini. Sehingga dapat survive dalam segala kondisi. “Kedua, bagaimana peran IDI yang diharapkan pemerintah dan seluruh masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Safrizal.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Safrizal mengatakan, IDI wilayah Aceh memiliki tugas berat terkait percepatan vaksinasi. Ia mengatakan, capaian vaksinasi di Aceh masih relatif rendah dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh pengurus IDI Aceh dapat bekerja keras meyakinkan masyarakat agar capaian vaksinasi meningkat. []
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020