kumparan
29 Sep 2019 0:12 WIB

Kala Mahasiswa Aceh Ajarkan Kaum Ibu Berkreasi dengan Sampah Plastik

Mahasiswa tergabung dalam Genbi Aceh, mengajak kaum ibu memanfaatkan sampah plastik. Dok. Genbi Unsyiah
Dengan jemari lentik, puluhan ibu-ibu mencincang kecil sampah plastik yang telah dibersihkan. Di sudut lain, sebagian ibu bertugas melekatkan selembar plastik transparan dan kain dengan menjahit di bagian pinggir.
ADVERTISEMENT
Selepas itu, cincangan plastik tadi pun dimasukkan ke dalam kain yang dijahit. Lalu bagian pinggir kain kembali dijahit dan ditambah resleting, serta seutas tali. "Jadilah tas dari bekas sampah plastik," kata Yana Mauliatari. Selain tas, bekas sampah plastik itu juga menjadi dompet dan map.
Proses pembuatan barang produktif dari bekas sampah plastik itu, diajarkan Yana bersama sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (Genbi), Komisariat Universitas Syiah Kuala kepada puluhan perempuan di Gampong Penyeurat, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, pada Sabtu (28/9).
Yana, Ketua Komisariat Genbi Unsyiah, menyebut pelatihan mendaur ulang sampah menjadi barang berguna itu, untuk memanfaatkan sampah menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.
Menurutnya, daur ulang sampah menjadi langkah yang efekif untuk mengelola sampah yang semakin bertambah banyak jumlahnya. "Ini sebagai langkah awal membentuk ekonomi berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik serta didukung oleh kreativitas para pengrajin, sehingga menghasilkan barang-barang yang unik dan banyak diminati," kata Yana.
Warga Gampong Penyeurat dilatih memanfaatkan sampah plastik.
Menurutnya, Gampong Penyeurat sebelumnya telah diberi pemahaman mengenai pentingnya mengelola dan memilah sampah yang tak bisa diurai, sehingga dapat dimanfaatkan menjadi berharga.
ADVERTISEMENT
"Kegiatan ini sudah berlangsung sejak sepekan lalu dan akan menjadi program berkelanjutan Genbi Komisariat Unsyiah bersama dengan ibu-ibu di Peunyeurat," ujar dia.
Masyarakat yang mengikuti kegiatan itu sangat antusias. Tak hanya ibu-ibu, pelatihan bahkan turut diikuti oleh anak-anak yang tertarik mengetahui bagaimana sampah plastik diolah menjadi barang berguna.
Raudah, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Gampong Peunyeurat, mengatakan pelatihan daur ulang sampah itu sangat bermanfaat bagi anggota PKK di sana. Tetapi, dia menyebutkan pihaknya masih kekurangan mesin jahit untuk proses penjahitan.
“Hal ini sangat berdampak positif bagi kemajuan perekonomian gampong, hanya saja mesin jahit gampong jumlahnya terbatas. Harapannya semoga hal ini dapat meningkatkan kreativitas perekonomian masyarakat," kata dia. []
Reporter: Habil Razali
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan