News
·
29 Juni 2020 21:08

Kasus COVID-19 Meningkat, Aceh Tambah 24 Ruang Isolasi di RSUDZA

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Kasus COVID-19 Meningkat, Aceh Tambah 24 Ruang Isolasi di RSUDZA (140911)
Sekda Aceh, Taqwallah, saat meresmikan pengoperasian 24 ruang isolasi tambahan untuk penanganan pasien COVID-19 di RSUDZA, Senin (29/6). Foto: Humas Setda Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, meresmikan pengoperasian 24 ruang isolasi tambahan untuk penanganan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Senin (29/6). Ia menyebut ruang tambahan itu disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona di Aceh.
ADVERTISEMENT
Dengan diresmikan ruang isolasi tambahan di Pinere 2, kini RSUDZA telah memiliki 42 ruang isolasi untuk pelayanan pasien COVID-19. Dengan rincian, 6 ruang isolasi Respiratory Intensive Care Unit (RICU), 12 ruang isolasi Pinere 1 dan 24 ruang isolasi Pinere 2.
Dalam kesempatan itu, Taqwallah menyarankan pihak RSUDZA agar merehab sejumlah bangunan yang tidak terpakai di area rumah sakit lama. Sehingga bangunan tersebut bisa disiapkan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien COVID-19.
"Pokoknya ruang direhab dulu, ke depan kita nggak tahu akan terjadi wabah apa lagi," ujar Taqwallah dalam keterangan tertulis, Senin (29/6).
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh aparatur yang diberi amanah untuk menangani pasien COVID-19 agar tetap semangat dalam menjalankan tugasnya. Taqwallah mengajak semua pihak untuk tabah dalam menghadapi musibah COVID-19 yang sedang melanda saat ini.
ADVERTISEMENT
"Segala kekuatan dan kemampuan yang kita miliki mari kita ikhlaskan. Kepada teman-teman yang sedang mendapat amanah, tolong dijalankan sebaik mungkin," sebutnya.
Kasus COVID-19 Meningkat, Aceh Tambah 24 Ruang Isolasi di RSUDZA (140912)
Sekda Aceh, Taqwallah, didampingi Direktur DRUDZA Azharuddin, melihat penanganan pasien COVID-19 lewat layar monitor. Foto: Humas Setda Aceh
Ia juga mengingatkan, agar para tenaga medis dapat lebih teliti saat menggunakan alat pelindung diri (APD). Menurutnya, penggunaan APD yang kurang tepat dan tidak memenuhi standar menjadi salah satu sebab tenaga medis terpapar virus Corona.
"Saya berharap, saat APD digunakan tolong dilihat temannya satu sama lain. Saat menggunakan APD harus saling cek," kata Taqwallah.
Seperti diketahui, setelah sempat landai selama 12 hari hingga pekan pertama Juni dengan total 20 kasus, angka positif COVID-19 di Aceh terus meningkat dalam dua pekan terakhir. Hingga saat ini, tercatat 79 kasus positif terinfeksi virus Corona di provinsi ujung barat Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dari jumlah 79 kasus tersebut, sebanyak 25 orang telah sembuh, 2 meninggal dunia, dan sisanya menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan COVID-19.