News
·
11 Juni 2021 21:43
·
waktu baca 3 menit

Kasus Positif Corona Harian di Aceh Melonjak, Capai 284 Pasien dalam 24 Jam

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Kasus Positif Corona Harian di Aceh Melonjak, Capai 284 Pasien dalam 24 Jam (279060)
Petugas medis yang menangani pasien corona di ruang isolasi Pinere RSUDZA Banda Aceh, Aceh, Kamis (13/5/2021). Foto: Abdul Hadi/acehkini
Kasus baru terkonfirmasi positif corona di Aceh bertambah sebanyak 284 orang pada Jumat (11/6). Sedangkan pasien yang sembuh bertambah 87 orang, dan sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dalam kurun 24 jam.
ADVERTISEMENT
Catatan acehkini, penambahan 284 pasien positif itu merupakan jumlah kasus positif corona harian tertinggi sejak awal pandemi dilaporkan di Aceh pada akhir Maret 2020. Sebelumnya, lonjakan penambahan kasus terjadi pada Rabu (26/5/2021) dengan tambahan 267 orang.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani mengatakan, dengan adanya penambahan 284 kasus baru tersebut, kasus aktif yang sedang dalam perawatan di Aceh saat ini menjadi 3.714 orang, dan lebih banyak melakukan isolasi mandiri.
"Kasus aktif COVID-19 di Aceh umumnya orang tanpa gejala atau gejala ringan yang tidak membutuhkan perawatan rumah sakit, melainkan cukup dengan isolasi mandiri di bawah pengawasan tenaga kesehatan," ujar Saifullah kepada awak media, Jumat malam.
Menurut jubir yang akrab disapa SAG itu, pengawasan oleh tenaga medis Puskesmas meski dilakukan secara ketat, namun tidak melekat selama 24 jam. Karena itu dituntut kesadaran penderita sendiri dalam menjalankan protokol isolasi mandiri.
ADVERTISEMENT
Ia menyebutkan, protokol isolasi mandiri tersebut dibuat sedemikian rupa untuk mempercepat pemulihan penderita sendiri, sekaligus untuk melindungi anggota keluarganya yang lain dari ancaman penularan virus corona. Peran keluarga juga sangat penting dalam mengontrol disiplin protokol isolasi mandiri.
Kasus Positif Corona Harian di Aceh Melonjak, Capai 284 Pasien dalam 24 Jam (279061)
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (SAG). Foto: Dok. Humas Setda Aceh
SAG juga menyampaikan bahwa dukungan Satgas COVID-19 Gampong sangat penting untuk memastikan protokol isolasi mandiri itu dijalankan dengan baik dan benar oleh semua pasien dan keluarganya. Selain dukungan pengawasan, Satgas Gampong juga dapat memberi dukungan moril dan materiel sesuai sumber daya yang ada.
"Setiap orang sakit, apalagi penderita COVID-19, sangat membutuhkan dukungan semua pihak agar segera pulih dan sehat kembali," sebutnya.
Total Kasus COVID-19 Tembus 17.109
Lebih lanjut, SAG menambahkan, secara akumulatif kasus COVID-19 di Aceh per 11 Juni 2021 telah mencapai 17.109 orang. Rinciannya, pasien yang sudah sembuh sebanyak 12.732 orang. Penderita yang sedang dirawat (kasus aktif) 3.714 orang, dan kasus meninggal dunia sudah tercatat 663 orang.
ADVERTISEMENT
"Data pandemi COVID-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru yang dilaporkan hari ini sebanyak 284 orang. Penderita baru COVID-19 itu meliputi warga Banda Aceh 103 orang, Aceh Besar 41 orang, warga Pidie dan Bireuen sama-sama 26 orang," ujarnya.
Kemudian warga Aceh Tengah 21 orang, Lhokseumawe 15 orang, Aceh Utara 8 orang, Aceh Tamiang 6 orang, Aceh Timur 5 orang, dan warga Bener Meriah dan Aceh Selatan sama-sama 3 orang. Berikutnya warga Gayo Lues, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya masing-masing 2 orang.
"Selanjutnya warga Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Sabang, Aceh Jaya, dan warga Aceh Barat sama-sama satu orang. Sedangkan sisanya 16 orang merupakan warga dari luar daerah," kata SAG.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, lanjut SAG, pasien COVID-19 yang dilaporkan sembuh bertambah 87 orang, yakni warga Lhokseumawe 40 orang, Banda Aceh 19 orang, Pidie 18 orang, Aceh Singkil 9 orang, dan satu lagi warga Aceh Timur.
"Pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia bertambah lagi tujuh orang, sehingga secara akumulatif sudah mencapai 663 orang meninggal di Aceh," tuturnya.
SAG menyebut, ketujuh penderita COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia tersebut meliputi warga Aceh Utara sebanyak dua orang, warga Langsa, Lhokseumawe, Aceh Besar, Banda Aceh dan Aceh Barat masing-masing satu orang.