News
·
11 Juni 2021 15:32
·
waktu baca 2 menit

Ketika Ketua MPR Bamsoet Jadi Peracik Kopi Ulee Kareng dalam Kunjungan ke Aceh

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Ketika Ketua MPR Bamsoet Jadi Peracik Kopi Ulee Kareng dalam Kunjungan ke Aceh (76636)
Ketua MPR Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet saat meracik kopi saring khas Aceh di Warung Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh. Foto: Ist
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengisi waktu luang di sela-sela kunjungan kerja di Aceh menyempatkan diri menikmati kopi di Warung Kopi Solong kawasan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (10/6). Di sana, pria yang akrab disapa Bamsoet itu juga mencoba menjadi peracik kopi tradisional khas Aceh dengan menggunakan saringan kain yang berbentuk kerucut.
ADVERTISEMENT
"Menyajikan kopi secara tradisional dengan teknik saring kain, memberikan sensasi yang unik. Setelah bubuk kopi diseduh dengan air mendidih, saringan kopi yang berada di dalam wadah diangkat tinggi-tinggi. Tangan kiri memegang wadah, sementara tangan kanan memainkan saringan dengan cara naik dan turun secara cekatan. Sari kopi pun mengucur dari ujung saringan. Menghasilkan aroma kopi yang menyerbak harum memenuhi seisi ruangan," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima acehkini, Jumat (11/6).
Turut hadir Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Samsul Rizal, Wakapolda Aceh Brigjen Pol Raden Purwadi, Kapok Sahli Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Indrayanto, dan Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto. Dari Jakarta mendampingi Ketua MPR RI, Anggora DPR RI Fraksi PKS Nasir Jamil, pengurus pusat Ikatan Motor Indonesia Syamsul Bahri, Elvis Junaedi, Rio Castello, Erwin MP, Amriyati dan Andi Sinulingga.
Ketika Ketua MPR Bamsoet Jadi Peracik Kopi Ulee Kareng dalam Kunjungan ke Aceh (76637)
Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama rombongan didampingi sejumlah pejabat Aceh menikmati kopi di Warung Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh. Foto: Ist
Ketua MPR RI itu mengatakan, cita rasa kopi di Warung Kopi Solong Ulee Kareng sangat khas. Warna kopi terlihat tebal tetapi tidak pahit gosong. Bubuk kopinya pun murni, tidak bercampur tepung jagung atau beras. Sehingga menjadikannya sebagai salah satu kopi robusta terbaik di Aceh, bahkan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Menyesuaikan dengan perkembangan selera konsumen, selain menyediakan kopi robusta, di Kedai Kopi Solong Ulee Kareng juga menyediakan kopi jenis arabika Gayo yang tidak kalah nikmatnya. Kedua jenis kopi tersebut bisa saling bersanding dalam satu meja, menjadi pemandang memikat yang senantiasa menghiasai kehidupan masyarakat Aceh," kata Bamsoet.
Ketika Ketua MPR Bamsoet Jadi Peracik Kopi Ulee Kareng dalam Kunjungan ke Aceh (76638)
Ketua MPR Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet saat meracik kopi saring khas Aceh di Warung Kopi Solong, Ulee Kareng, Banda Aceh. Foto: Ist
Ia menambahkan, tidak hanya di Kedai Kopi Solong, cara menyeduh kopi secara tradisional juga masih bertahan di berbagai kedai kopi di Aceh. Tidak tergantikan walaupun sudah banyak mesin canggih diciptakan. Justru dengan cara tradisional itulah, ada rasa khas yang dihasilkan dari setiap seruputan kopi.
"Rasa humanisme dan rasa persaudaraan, yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Rasa tersebut lahir dari hati si barista. Rasa tersebutlah yang menjadi kekuatan bagi berbagai kedai kopi di Aceh. Tidak heran jika ratusan cangkir kopi bisa terjual setiap harinya," sebut Bamsoet.[]
ADVERTISEMENT