Konten Media Partner

Ketua KPK: Aceh Mendapat Perhatian Lebih dalam Pencegahan Korupsi

ACEHKINIverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agus Rahardjo usai memberikan materi di Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA). Foto: Habil Razali/acehkini
zoom-in-whitePerbesar
Agus Rahardjo usai memberikan materi di Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA). Foto: Habil Razali/acehkini

Provinsi Aceh mendapat perhatian lebih dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pencegahan korupsi. Hal ini dikatakan oleh ketua lembaga antirasuah tersebut, Agus Rahardjo usai memberikan materi dalam diskusi di Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA) di Lamcot, Kota Banda Aceh, Senin (26/08) sore.

"Pencegahan selalu berjalan, nanti wilayah I ini, termasuk Aceh mendapat perhatian lebih dalam pencegahan," kata Agus kepada jurnalis.

Apalagi KPK pernah melaku operasi tangkap tangan di Aceh. Pasca-OTT yang menjerat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi, menurut Agus banyak hal yang harus diperbaiki dalam bidang pencegahan.

kumparan post embed

Salah satu upaya pencegahan, kata Agus, KPK mendorong penerapan e-planning dan e-budgeting agar semua perencanaan dan penganggaran dapat dilakukan secara transparan. Selain itu, menurutnya, pengawas internal harus diperkuat untuk membantu kepala daerah melakukan perbaikan.

"Karena pengawas internal yang membantu pimpinan daerah untuk melakukan perbaikan-perbaikan," tutur dia.

Agus menambahkan, KPK mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan mendorong penyelematan aset-aset daerah. Aset tersebut jika dikelola maka dapat memberikan pendapat bagi daerah. "Banyak dari agenda pencegahan ini yang tujuannya demi memberdayakan aparatur pemerintah di daerah dan masyarakat," kata dia. []

Diskusi bersama Agus Rahardjo di Sekolah Anti Korupsi Aceh (SAKA). Foto: Habil Razali/acehkini

Reporter: Habil Razali