News
·
6 Oktober 2020 17:23

Kisah Nelayan Aceh Selama Ditahan Thailand: Kelaparan dan Rindu Keluarga

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Kisah Nelayan Aceh Selama Ditahan Thailand: Kelaparan dan Rindu Keluarga  (14127)
Nelayan yang ditahan Thailand, tiba di Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Sebanyak 51 nelayan tiba di Aceh, setelah dipulangkan dari Thailand. Mereka disambut sejumlah pejabat, di pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Aceh Timur, Selasa (6/10/2020).
ADVERTISEMENT
Mereka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) sekitar pukul 09.00 WIB, menggunakan pesawat Citilink, dari Jakarta. Sebelumnya, para nelayan menjalani tes swab COVID-19 dan isolasi, setelah tiba dari Thailand pada 1 Oktober lalu.
Para nelayan itu sebelumnya ditahan otoritas Thailand karena dakwaan melanggar batas wilayah saat melaut. Mereka kemudian mendapat amnesti Raja Thailand, Rama X dalam rangka ulang tahunnya. Selanjutnya, mereka dipulangkan ke tanah air, difasilitasi oleh Pemerintah Aceh dan Kementerian Luar Negeri RI.
"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, Alhamdulillah bisa bebas dan dipulangkan sampai di sini kembali," kata Feri Madona, salah seorang nelayan asal Aceh Timur.
Dia menceritakan kisahnya selama menjalani penahanan. Ia mengaku harus menjalani hari-hari yang sulit, salah satu hal yang paling dikeluhkannya adalah soal makan sehari-hari. "Sehari cuma dua kali diberi makan, pagi dan sore. Selebihnya kami tidak mendapat apa-apa. Malam kalau lapar terpaksa harus ditahan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Meskipun demikian, Sebut Feri, selama berada di tahanan, pihak Kedutaan Indonesia di Thailand mengunjungi mereka sebanyak tiga kali. Setiap kunjungan mereka mendapatkan sedikit uang saku dari Kedutaan. "Tapi tetap tidak cukup, uang itu gak tahan lama. Bahkan pakaian yang diberikan pihak kedutaan harus kami jual agar bisa jajan di kantin," ujar Feri.
Tidak hanya itu, selama delapan bulan di sana Feri juga terpaksa harus memendam rindu dengan keluarga tercinta. Seluruh alat komunikasi yang mereka bawa tidak diperkenankan untuk digunakan. "Baru sampai di Jakarta kemarin bisa menghubungi keluarga lagi, "ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Hamdani. Dia merasa merasa bersyukur dapat kembali ke kampung halaman dan meninggalkan hari-hari yang dirasa begitu suram selama berada di dalam tahanan di Thailand.
ADVERTISEMENT
"Susah sekali selama di sana, kami hanya tergantung dengan apa yang diberikan pihak sel. Saya sendiri terpaksa harus menjual pakaian yang dikasih sama orang Kedutaan agar bisa beli makan di kantin," kata Hamdani.

Disambut Pejabat Pemprov Aceh

Kedatangan mereka kembali ke Aceh disambut sejumlah pejabat Pemprov Aceh. "Selamat datang kembali ke tanah air, ke kampung halaman. Semoga sehat dan tidak ada kekurangan apapun," kata Dyah Erti Idawati, istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, saat serah terima 51 Nelayan dari Pemerintah Aceh kepada Pemkab Aceh Timur di Pendopo Gubernur Aceh.
Dyah mengatakan, saat pertama sekali datang kabar penangkapan nelayan di Thailand, Pemerintah Aceh langsung melakukan sejumlah langkah cepat. Pihaknya langsung membangun koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Perwakilan Pemerintah Indonesia di Thailand untuk melakukan upaya advokasi pemulangan para nelayan. "Atas upaya yang telah dilakukan berbagai pihak. Kami ucapkan terima kasih, kita juga berterima kasih atas pemberian amnesti dari Raja Thailand,"katanya.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, menjelaskan, ke 51 nelayan Aceh tersebut melakukan perjalanan laut dengan 3 kapal berbeda, hingga melewati batas wilayah perbatasan, dan melintasi wilayah otoritas Negara Thailand pada 21 Januari, dan 10 Maret 2020 lalu. Akibatnya mereka pun ditahan dengan tuduhan pencurian ikan.
Selama di Thailand, para nelayan tersebut menjalani persidangan dan menjalani hukuman penjara. Dalam rentan waktu itu, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat terus melakukan upaya advokasi.
"Lalu pada 28 juli 2020 ke 51 nelayan asal Aceh ini mendapat amnesti atau pun hadiah ulang tahun dari Raja Rama Sepuluh di Thailand dan akhirnya pada tanggal 29 September 2020 pemberian amnesti ditetapkan melalui keputusan Hakim Pengadilan Phang Nga," kata Alhudri.
Kisah Nelayan Aceh Selama Ditahan Thailand: Kelaparan dan Rindu Keluarga  (14128)
Nelayan dijamu di Pendopo Gubernur Aceh. Foto: Suparta/acehkini
Selanjutnya, ujar Alhudri, Pemerintah Aceh membangun koordinasi dengan Kementrian Luar Negeri guna memfasilitasi pemulangan mereka. Pada tanggal 1 Oktober 2020, para nelayan itu tiba di Jakarta.
ADVERTISEMENT
Alhudri mengingatkan agar nelayan Aceh lebih hati-hati saat berlayar dan selalu memperhatikan batas wilayah negara. Ke depan, kata dia, Dinas Sosial Aceh juga akan melakukan sosialisasi tapal batas wilayah kepada para nelayan. []