Pencarian populer
USER STORY
11 Februari 2019 20:42 WIB
..
..

Mobil Listrik Malem Diwa, Seperti Apa Wujudnya?

Mobil listrik Malem Diwa 1.0 karya Fakultas Teknik Unsyiah saat dipamerkan di Sekolah Fatih Bilingual School, Senin (11/2). Foto: Reza Arif untuk acehkini

Mobil Listrik Malem Diwa, karya Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dipamerkan di Sekolah Teuku Nyak Arif Fatih Bilingual School (Fatihversary 2019), Banda Aceh, Senin (11/2). Mobil itu telah banyak mendapatkan penghargaan dalam ajang kontes.

Manager Tim Mobil Listrik Malem Diwa, Reza Arif kepada acehkini mengatakan produk tersebut merupakan karya mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Elektro Unsyiah dibantu dosen pembimbing. Mobil ini didesain sangat efesien dengan sasis dari alumunium tipis seberat 10 kilogram. “Kami telah melakukan berbagai ujicoba dan pengembangan sejak mobil dirancang,” katanya.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman (berpeci) saat melihat mobil listri Malem Diwa. Foto: Humas Banda Aceh

Saat ini model terbaru mampu melaju dengan kecepatan 35 kilometer per jam, dengan jarak tempuh 245 kilometer. Mobil listrik ini digerakkan batere berkekuatan 48 volt. “Kami pernah mendapat peringkat empat dalam kontes mobil listrik di Padang, bulan November 2018 lalu,” kata Reza.

Sebelumnya, mobil listrik tersebut pernah meraih peringkat tiga di ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) Oktober 2015 di Malang, Jawa Timur. Malem Diwa juga sempat mengikuti kompetisi internasional Shell Eco Marathon di Singapura pada Maret 2018, tapi belum berhasil memboyong piala.

Proyek mobil listrik Malem Diwa pertama dibangun pada tahun 2015 dengan nama Malem Diwa 1.0, selanjutnya disempurnakan pada tahun 2018 dengan produk Malem Diwa 2.0. “Yang dipamerkan itu Malem Diwa 1.0, tapi sudah dikembangkan,” jelas Reza, mahasiswa Teknik Unsyiah angkatan 2015.

Peluncuran mobil listrik Malem Diwa 2.0 di Unsyiah, Februari 2018, untuk persiapan mengikuti kompetisi di Singapura. Foto: Dok. Fakultas Teknik Unsyiah

Saat pamer di Fatih Bilingual School, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sempat menjajal kemampuan mobil listrik tersebut. “Kita perlu mengapresiasi mahasiswa, tugas kita tentunya mendorong mereka agar terus berinovasi dan berkarya. Bukan mustahil karya seperti ini bisa menuju ke arah produksi,” ujarnya.

Aminullah menilai, dipamerkannya mobil listrik di salah satu sekolah favorit di Banda Aceh itu menjadi kegiatan positif guna mendorong para siswa termotivasi terus belajar.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman saat menjajal Malem Diwa, Senin (11/2). Foto: Reza Arif untuk acehkini

Reporter: Adi Warsidi

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: