News
·
9 November 2020 14:11

Muara Sungai Dangkal, Warga Aceh Barat Keruk Pasir Pantai Pakai Cangkul

Konten ini diproduksi oleh ACEHKINI
Muara Sungai Dangkal, Warga Aceh Barat Keruk Pasir Pantai Pakai Cangkul (107684)
Warga di Aceh Barat mengeruk pasir pantai menggunakan cangkul dan sekop untuk mengaliri air sungai ke laut. Foto: Siti Aisyah/acehkini
Warga Desa Suak Ribee dan Suak Sigadeng, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Aceh, terpaksa harus mengeruk pasir pantai menggunakan cangkul dan sekop untuk mengaliri air sungai ke laut. Hal ini dikarenakan muara sungai Krueng Suak Ribee yang mendangkal membuat air sungai menggenang di kawasan persawahan dan permukiman.
ADVERTISEMENT
“Beberapa hari ini hujan lebat sekali, jadi air sungai membanjiri sawah dan permukiman karena tidak teraliri ke laut," kata Nurzaman, warga Desa Suak Ribee, kepada acehkini, Minggu (8/11).
Nurzaman menyebutkan, masyarakat secara sukarela bergotong-royong membuat aliran sungai ke laut karena pintu air di muara tak berfungsi. Bila tak segera dikeruk, sebutnya, genangan air sungai di persawahan akan menyebabkan padi yang baru ditanam tak terselamatkan.
Muara Sungai Dangkal, Warga Aceh Barat Keruk Pasir Pantai Pakai Cangkul (107685)
Warga di Aceh Barat mengeruk pasir pantai menggunakan cangkul dan sekop untuk mengaliri air sungai ke laut. Foto: Siti Aisyah/acehkini
"Bibit padi yang sudah ditanam semua sudah tenggelam membuat kami merugi. Jadi petani-petani ini bekerja sama untuk membelah pantai agar air sungai bisa mengalir ke laut," ujarnya.
Pengerukan pantai sepanjang 150 meter sudah dilakukan masyarakat selama tiga hari ini menggunakan cangkul dan sekop. Menurut Nurzaman, ini bukan yang pertama dilakukan masyarakat, melainkan sudah sejak lima tahun terakhir.
Muara Sungai Dangkal, Warga Aceh Barat Keruk Pasir Pantai Pakai Cangkul (107686)
Pembangunan jembatan sekaligus pintu air yang dinilai warga tak berfungsi. Foto: Siti AIsyah/acehkini
Kedangkalan muara sungai semakin diperparah setelah pemerintah membuat jembatan sekaligus pintu air. Namun, Nurzaman menilai pembangunan itu tak berfungsi dengan baik.
ADVERTISEMENT
"Pengerukan hampir rutin dilakukan setelah ada pintu air. Pintu air dibuat, tapi tidak berfungsi,” ujarnya.
Selengkapnya simak juga video di bawah ini.
Video